Anjlok, Awalnya Rp120.000 per Kg, Cabai Rawit Kini Dijual Rp12.000 di Gunungkidul
Harga cabai rawit di Gunungkidul anjlok drastis. Di awal Maret lalu, harganya sempat menembus Rp120.000 per kilogram, tapi untuk saat ini dijual Rp12.000 per kilogram.
Harga cabai rawit di Gunungkidul anjlok drastis. Di awal Maret lalu, harganya sempat menembus Rp120.000 per kilogram, tapi untuk saat ini dijual Rp12.000 per kilogram.
Pengetatan PPKM mikro dikhawatirkan bakal memperburuk kondisi serapan daging ayam (livebird).
Kendati sejumlah bahan pokok tengah mengalami pelonjakan harga di awal Ramadan ini, stok bahan pangan masih dinilai aman. Sejumlah komoditas seperti bawang merah, bawang putih, cabai dan hingga beras masih melimpah di awal ramadan.
Tim Satgas Pangan Gunungkidul akan turun ke lapangan guna mengecek stok kebutuhan pokok selama puasa. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi adanya aksi penimbunan barang oleh para spekulan nakal.
Kementerian Pertahanan menargetkan luas lahan singkong mencapai 30.000 hektare pada 2021. Rencana ini sebagai upaya pengembangan lumbung pangan nasional atau food estate.
Tingginya harga daging sapi perlu diatasi dengan melihat ke persoalan di hulu, salah satunya adalah rantai distribusi yang panjang. Hal tersebut disampaikan oleh peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai
Harga cabai rawit di pasaran saat ini sudah menembus Rp70.000 per kilogram. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman terus berupaya menstabilkan harga komoditas ini dengan sejumlah kebijakan.
Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 di Istana Negara, pada Senin (11/1/2021) menyoroti masalah kedelai dalam negeri yang tidak bersaing dengan produk impor hingga menekan produsen tahu dan tempe.
Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar Bantul tembus Rp80.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai diduga karena musim hujan sehingga sedikit yang panen.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan kenaikan harga kedelai disebabkan oleh faktor global, di mana harga kedelai di tingkat global juga mengalami kenaikan, sehingga berdampak pada harga kedelai impor ke Indonesia.