Menurut GKSI, Kental Manis Mengandung Susu Sapi
Susu kental manis yang belakangan menuai kontroversi karena dianggap tidak cocok untuk pelengkap asupan gizi mendapat pembelaan dari Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI).
Susu kental manis yang belakangan menuai kontroversi karena dianggap tidak cocok untuk pelengkap asupan gizi mendapat pembelaan dari Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI).
Harga kebutuhan pokok di Pasar Bantul pascaperayaan Hari Raya Idulfitri naik. Kenaikan harga salah satunya dipicu karena pasokan stok di pasaran yang tidak lancar.
Harga sejumlah komoditas pangan usai Lebaran masih tinggi di Kabupaten Sleman. Salah satunya adalah daging ayam yang harganya mencapai Rp42.000 per kilogram.
Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bantul, menyatakan stok daging sapi di Bantul melimpah sehingga tidak perlu impor untuk menurunkan harga daging sapi. Harga daging sapi saat ini masih Rp120.000-125.000 per kilogram (kg).
Dinas Perdagangan Bantul memprediksi harga daging ayam dan daging sapi akan turun pada awal pekan depan. Saat ini harga daging di pasaran Bantul masih tetap tinggi. Kenaikan harga terjadi sejak H-2 Lebaran.
Komoditas daging mengalami kenaikan tertinggi jelang perayaan Hari Raya Idulfitri. Diprediksi harga komoditas ini akan terus naik hingga hari H Lebaran dengan harga mencapai Rp140.000-145.000 per kilogram (kg).
Harga daging ayam potong memasuki Lebaran terpantau masih tinggi. Kendati demikian, ketersediaan pasokan daging ayam potong yang mencapai 6.030 ton untuk DIY dinilai cukup hingga akhir Juni.
Universitas Janabadra (UJB) menggelar pasar murah bagi warga kurang mampu di lingkungan kampus UJB Jalan Tentara Rakyat Mataram, Bumijo, Jetis, Jogja, Kamis (7/6/2018). Kegiatan itu digelar untuk meringankan warga sekaligus sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Dinas Perdagangan Bantul mengklaim beras impor belum sampai ke pasaran. Surplus padi di wilayah Bantul menjadi salah satu penyebab beras dari luar negeri belum dijual di pasar lokal
Pasar gula di Indonesia mengalami dualisme antara yang ditetapkan oleh pasar Gula Kristal Rafinasi (GKR) dengan pasar Gula Kristal Putih (GKP) atau gula lokal. Gula rafinasi yang seharusnya untuk industri, namun dijual bebas untuk rumah tangga, bahkan kebocoran itu juga dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab dengan menjual gula rafinasi sepadan dengan gula lokal.