Direktur BUMN Ditangkap KPK
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap pejabat tinggi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jumat (22/3/2019) malam.
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap pejabat tinggi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jumat (22/3/2019) malam.
KPK membuka peluang untuk memanggil Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, sebagai saksi kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama 2018-2019.
Penyidik KPK membawa dua koper dari ruang Kementerian Agama setelah mereka menggeledah di ruang kerja menteri agama dan sekretaris jenderal Kementerian Agama.
Komisi Pemberantasan Korupsi menduga kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama yang menjerat Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy terjadi di daerah lain.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku siap dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bila memerlukan keterangannya terkait kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.
Suharso Monoarfa, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpilih menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP menggantikan Romahurmuziy. Politikus yang akrab disapa Romy itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait suap seleksi jabatan pimpinan di Kementerian Agama.
Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menegaskan, Muhammad Romahurmuziy diberhentikan tetap dari jabatan ketua umum atas permintaan sendiri, karena tersangkut kasus hukum.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Suharso Monoarfa ditetapkan menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ini setelah Romahurmuziy kena Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dampak penangkapan Romahurmuziy dalam dugaan kasus suap, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi memberhentikan Romahurmuziy dari jabatan ketua umum. Ketua Dewan Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum.
Menyikapi kasus dugaan korupsi yang dilakukan Ketua Umum DPP PPP Rommahurmuziy, calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengajak anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bersikap bijak dan menahan diri dan biarkan KPK bekerja secara profesional.