Terduga Teroris di Sleman sudah Lama Dipantau, tapi Tak Boleh Diusir
Terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 di Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati pada Rabu (11/7/2018) pagi sudah lama dipantau petugas.
Terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 di Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati pada Rabu (11/7/2018) pagi sudah lama dipantau petugas.
Satu keluarga di Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati diamankan polisi pada Rabu (11/7) pagi
Kepolisian, TNI, dan Badan Intelijen Negara (BIN) harus memastikan penyelengaraan Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang, harus bebas dari ancaman terorisme sehingga pelaksanaannya berjalan aman serta lancar. Hal itu diungkapkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.
Dua orang perempuan istri terduga teroris ditangkap di Kampung Nangklak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (9/7/2018).
Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan Islam (Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization-ISESCO) dengan keras mengutuk serangan teror di Tunisia pada Minggu (8/7/2018) sehingga menewaskan sembilan orang.
Jenazah narapidana teroris atas nama Muhammad Basri alias Abu Saif alias Basri bin Laeba dipulangkan oleh Mabes Polri telah ke pihak keluarganya. Almarhum meninggal setelah mengalami sakit komplikasi selama ditahan di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.
Guna mengantisipasi adanya terorisme, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menerjunkan Tim Reaksi Cepat Tindak (Respatti) melakukan penyisiran di Stasiun Pasar Turi Surabaya.
Bahrun Naim kembali dikabarkan tewas. Kali ini ia dikabarkan tewas akibat serangan drone Amerika Serikat. Namun, pihak Mabes Polri mengaku tidak akan percaya 100% informasi tewasnya Katibah Nusantara ISIS itu. Apalagi kabar tewasnya Bahrun Naim bukan kali ini saja. Sudah berkali-kali berembus kabar seperti itu, tetapi hingga kini jenazah Bahrun Naim tidak pernah ditemukan.
Aparat kepolisian melakukan perburuan besar-besaran usai kasus kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Dalam rentang waktu 10 tahun yakni 2008-2018 tercatat 30 anggota Polri di lingkungan Polda Papua meninggal akibat aksi penembakan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).