Banyak Warga Jadi Teroris Karena Terpapar Paham Radikal di Media Sosial
Selain menyasar kelompok pengajian, media sosial dinilai menjadi sarana yang ampuh menyebarkan paham radikal yang berpotensi menyulut aksi teror.
Selain menyasar kelompok pengajian, media sosial dinilai menjadi sarana yang ampuh menyebarkan paham radikal yang berpotensi menyulut aksi teror.
Foto surat berisi soal azab beredar luas di media sosial setelah penyerangan teroris di Riau.
Terjadinya kerusuhan dan teror bom bunuh diri di Indonesia beberapa hari terakhir, menjadi sorotan negara-negara di dunia.
Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Tim Densus 88 Antiteror Polri di sebuah rumah, Jalan Gempol Raya RT 04/02, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang
Kapolri, Panglima dan Kepala BIN diminta terus menjaga, mengendalikan keamanan dan mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan sosial karena besok segera menyongsong pelaksanaan ibadah puasa
Salah satu anggota polisi di Mapolda Riau menjadi korban sabetan pedang samurai saat aksi penyerangan teroris pada Rabu (16/5/2018) pagi.
Kelompok pengajian dinilai rawan menjadi sasaran penyebaran paham terorisme di Indonesia.
Sebanyak tiga orang terduga teroris diamankan Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Tim Densus 88 Antiteror Polri di sebuah rumah, Jalan Gempol Raya RT 04/02, Kelurahan Kunciran, Kota Tangerang, Banten, Rabu (16/5/2018).
Tragedi kerusuhan tahanan di Mako Brimob dan teror bom yang terjadi di sejumlah Surabaya menimbulkan keprihatinan semua warga Indonesia
Beredar foto secarik kertas wasiat pada salah satu teroris yang tewas dalam bom bunuh diri di Markas Kepolisian Daerah Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018)