600 Warga Korban Kerusuhan Buton Terpaksa Mengungsi
Sebanyak 600 warga korban kerusuhan akibat bentrok antardesa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara mengungsi.
Sebanyak 600 warga korban kerusuhan akibat bentrok antardesa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara mengungsi.
Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Iriyanto mengatakan warga yang kehilangan rumah karena terbakar akibat bentrok antarwarga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya Kabupaten Buton akan mendapat kompensasi dari pemerintah.
Aparat kepolisian masih mengejar provokator terjadinya pengrusakan dan penganiayaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan terbakarnya puluhan unit rumah warga dua desa di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.
Dinas Kesehatan Kabupaten Buton menyebutkan dua korban meninggal dunia akibat bentrok antarwarga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya daerah itu.
Bentrok warga terjadi di Desa Sampoabalo dengan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. Sebanyak 87 rumah dibakar akibat kerusuhan itu.
Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, mengaku sudah mulai mengusut kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 dengan mengerahkan Tim Investigasi Internal Polri serta Tim Bareskrim.
Kepolisian mengklaim ada insiden rebutan senjata saat aksi rusuh 21-22 Mei lalu di Jakarta.
Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, Bantul, DIY mendukung upaya kepolisian, dan institusi keamanan terkait untuk terus menuntaskan insiden kerusuhan pada 22 Mei 2019, di depan Kantor Bawaslu Jakarta, karena terbukti membahayakan kamtibmas dan berpotensi pada gangguan keamanan negara.
Seusai meringkus empat perusuh yang melakukan perusakan terhadap mobil Brimob saat kerusuhan di kawasan Jakarta Barat pada tanggal 22 Mei 2019, polisi menemukan racun pada busur panah yang disita.
Bawahan Mayjen TNI (Purn) Soenarko saat bertugas di Aceh, Kolonel Infantri (Purn) Sri Radjasa menyebut atasannya itu meminta dikirimkanĀ senjata serbu jenis M16 A1 dari negeri Serami Mekah tersebut. Sri Radjasa mengatakan, senjata tersebut sebenarnya bertujuan dimasukan ke Museum Kopassus.