Polisi : Ada Fakta Baru, Perusuh 22 Mei Bawa Anak Panah Beracun
Polisi menangkap empat orang yang diduga melakukan perusakan mobil Brimob saat kerusuhan di kawasan Jakarta Barat pada tanggal 22 Mei 2019. Keempatnya diringkus pada Kamis (30/5/2019).
Polisi menangkap empat orang yang diduga melakukan perusakan mobil Brimob saat kerusuhan di kawasan Jakarta Barat pada tanggal 22 Mei 2019. Keempatnya diringkus pada Kamis (30/5/2019).
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta semua pihak jangan berspekulasi terkait rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional yang merupakan pejabat negara dan satu pimpinan lembaga survei.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan melaporkan balik aktivis 98 yang melaporkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke Kepolisian karena dituding sebagai salah satu dalang kerusuhan aksi massa 22 Mei 2019.
Kivlan yang mengenakan kemeja biru, keluar dengan dikawal petugas kepolisian Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya hari Kamis (30/5/2019) pada pukul 20:00 WIB.
Hasil autopsi terhadap Harun Al Rasyid, remaja 15 tahun yang menjadi korban tewas kerusuhan 22 Mei 2019 telah rampung. Di tubuh Harun ditemukan luka tembak
Armi, satu dari enam tersangka yang diduga berencana membunuh empat pejabat negara,disebut bekerja sebagai sopir pribadi Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.Kivlan telah ditetapkan tersangka dalam dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan ditahan di Rutan Guntur.
Kuasa hukum mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purnawirawan) Kivlan Zen, Djuju Purwantoro, akan mengajukan praperadilan dalam perkara dugaan kepemilikan senjata ilegal yang membelit kliennya.
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta agar tidak mengkaitkan Prabowo dengan peristiwa kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada 22 Mei . Ia menilai Prabowo sama sekali tidak bertanggung jawab apalagi mendanai kerusuhan tersebut.
Salah satu dari enam tersangka yang diduga berencana membunuh empat tokoh nasional, Armi, disebut pernah bekerja sebagai sopir pribadi Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen yang kini juga sudah tersangka dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal.
Profesor Riset bidang Perkembangan Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Sulistyo mengungkap hasil temuannya terkait tema dalang kasus kerusuhan aksi 22 Mei. Iamembuka diskusi yang diselenggarakan di Kantor DPP PSI tersebut dengan temuan pola yang sama selalu terjadi dalam kasus kericuhan demokrasi mulai dari tahun 1974, 1998 hingga kerusuhan 2019 ini.