Ini 6 Orang yang Diduga Diperintah untuk Habisi 4 Tokoh Nasional
Menko Polhukam Wiranto bersama Kapolri Tito Karnavian memberikan informasi terkait 4 empat orang tokoh yang masuk dalam daftar untuk dibunuh dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019.
Menko Polhukam Wiranto bersama Kapolri Tito Karnavian memberikan informasi terkait 4 empat orang tokoh yang masuk dalam daftar untuk dibunuh dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019.
Anggota Fraksi Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, menyatakan peristiwa 22 Meiyang menimbulkan korban jiwa dapat dikategorikan sebagai bencana nasional. Oleh karena itu ia mendesak pengusutan secara tuntas agar tidak ada utang pemerintah di masa mendatang.
Kematian Harun Al Rasyid, bocah 15 tahun yang dikabarkan meninggal saat aksi 22 Mei, masih menyisakan tanda tanya bagi keluarganya. Hal tersebut disampaikan oleh kedua orang tuanya.
Polisi sudah menangkap enam orang anggota kelompok penembak yang hendak membunuh empat tokoh nasional pada kerusuhan 21-22 Mei . Masih ada satu orang masuk daftar pencarian orang.
Pascakericuhan terkait sengketa pilpres pada 22 Mei 2019, Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menyatakan Bali masih dalam kondisi aman bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
Bentrokan terjadi di empat penjara Amazon, Manaus, Brasil pada Senin (27/5/2019). Setidaknya 42 tahanan ditemukan tewas dicekik dalam bentrokan antargeng tersebut.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menduga ada rekayasa dalam persoalan ambulans Partai Gerindra yang ketahuan membawa batu dan senjata tajam saat kerusuhan 22 Mei.
Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan kepada ahli waris korban yang meninggal dunia dalam kericuhan di Jakarta pada 22 Mei setelah menerima hasil penilaian dari kepolisian mengenai status korban.
Empat warga sipli di Distrik Fayit, Papua, meninggal dunia akibat luka tembak dalam insiden penyerangan oleh calon anggota legislatif (caleg) di Kantor Distrik Fayit, Senin (27/5/2019). JK, caleg tersebut kecewa karena gagal duduk di DPRD Asmat dan kemudian berbuat onar.
Bom molotov dan kembang api yang digunakan perusuh saat aksi 21 dan 22 Mei 2019 disebut dibiayai olehpihak lain di balik layar peristiwa.