Catatan Letusan Eksplosif Gunung Merapi
Gunung Merapi mengalami erupsi, Kamis (13/2/2020).
Gunung Merapi mengalami erupsi, Kamis (13/2/2020).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menilai adanya peningkatan aktivitas merapi berupa erupsi merupakam suatu hal yang wajar. HB X yakin masyarakat sekitar lereng Merapi sangat memahami dan tidak akan panik.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta warga masyarakat lebih waspada karena tidak ada lagi hutan di sekitar lereng Merapi. Jika ada erupsi skala besar, tidak ada pepohonan yang bisa menghambat laju material dari puncak gunung sehingga luncuran akan lebih cepat.
Potensi bencana tanah longsor di area penambangan pasir di kawasan Sungai Gendol, tepatnya di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman kini bukan lagi pada akses masuk ke lokasi tambang, namun justru ada di spot tebing kanan-kiri sungai tersebut.
Gunung Merapi meletus dengan tinggi kolom letusan setinggi kurang lebih 1000 meter pada Minggu (17/11/2019) pada pukul 10:46 WIB.
Gunung Merapi meluncurkan awan panas sepanjang dua kilometer yang mengarah ke hulu Sungai Gendol, Sleman, Sabtu (9/11/2019) pagi kemarin. Masyarakat yang beraktivitas di aliran sungai diminta waspada terhadap banjir lahar.
BPBD Sleman memperkirakan volume material yang tersisa di Puncak Merapi saat ini masih ada sekitar 20-25 juta meter kubik. Namun, potensi banjir lahar hujan, diakuinya, kecil kemungkinan terjadi.
Pascaletusan dengan tinggi kolom mencapai tiga kilometer, kawasan lereng selatan Merapi diklaim tetap aman, terutama untuk pariwisata.
Letusan Gunung Merapi setinggi tiga kilometer pada Senin (14/10/2019) sore, belum mengubah radius jarak aman yang ditetapkan BPPTKG.
Letusan Gunung Merapi setinggi tiga kilometer pada Senin (14/10/2019) sore menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah.