Dituding Jadi Biang Bertambahnya Permintaan Air Bersih, Ini Kata PDAM
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto mengaku permasalahan tersebut terjadi lantaran adanya kerusakan dua pompa di sumber air Bribin yang belum dapat beroperasi.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto mengaku permasalahan tersebut terjadi lantaran adanya kerusakan dua pompa di sumber air Bribin yang belum dapat beroperasi.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, pada tahun lalu tercatat delapan kecamatan mencakup 18 desa menjadi sasaran bantuan air bersih. Sementara untuk tahun ini bertambah menjadi sembilan kecamatan mencakup 36 desa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi kekeringan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah bagian Timur dan Selatan mulai bulan Juni dasarian I.
BPBD Gunungkidul bakal mengerahkan enam truk tangki air yang setiap hari lakukan total 24 rit.
Berdasarkan data BPBD Gunungkidul, ada sembilan kecamatan yang menjadi sasaran pengedropan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo memprediksi tidak perlu melakukan dropping air bersih jika Saluran Induk Kalibawang segera dibuka. Sebelumnya jawatan ini berharap Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) membuka jaringan air irigasi sampai Dusun Kedungrong, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh. Pembukaan saluran air diperlukan untuk mencukupi kebutuhan warga, khususnya saat Ramadan dan Idulfitri 2018.
Sejumlah desa di Gunungkidul kebingungan menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini lantaran ketiadaan anggaran. Kalau pun tersedia anggaran, jumlahnya dinilai sangat terbatas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mengusulkan agar Saluran Induk Kalibawang tetap dibuka. Usulan ini untuk membantu pasokan air bagi warga yang mulai terdampak kekeringan. Terlebih saat Lebaran, aliran air yang menuju Talang Bowong sangat dibutuhkan untuk aktivitas warga setempat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan telah berupaya memetakan wilayah kekeringan lebih detail. Dia menjelaskan pendataan itu mulai dari desa, dusun, kepala keluarga (KK) serta jumlah penduduk.
Berkaca pada tahun lalu, banyak bantuan yang justru tidak tepat sasaran.