Musim Kemarau di Bantul, 2 Desa Ajukan Bantuan Air Bersih
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul terus mendata wilayah yang mengalami kekeringan selama musim kemarau. Hingga saat ini, sudah ada dua desa yang mengajukan bantuan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul terus mendata wilayah yang mengalami kekeringan selama musim kemarau. Hingga saat ini, sudah ada dua desa yang mengajukan bantuan air bersih.
Seluruh wilayah di Jawa Tengah diprakirakan memasuki musim kemarau pada Juli kendati masih terjadi hujan ringan hingga sedang, kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap Teguh Wardoyo.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kupang mencatat kekeringan ekstrem semakin meluas hingga akhir Juni 2018 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Warga Dusun Wuni, Desa Nglindur, Kecamatan Girisubo harus memanfaatkan air telaga yang ada di desanya. Salah seorang warga Dusun Wuni, Yatiman mengatakan dia harus berjalan hampir satu kilometer untuk mencapai telaga dan mendapatkan air.
Sejumlah warga terdampak kekeringan, terpaksa memanfaatkan air dari telaga yang tersisa untuk membantu kebutuhan air sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian dan minum ternak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat 96.523 jiwa di 54 desa, 11 kecamatan alami kekeringan. Namun, tidak semua wilayah kering total.
Penutupan Saluran Induk Kalibawang yang dilakukan sejak April 2018 berdampak pada keuntungan hasil panen petani. Saat ini, laba yang diperoleh petani padi di Kecamatan Sentolo menurun. Turunnya keuntungan terjadi lantaran adanya biaya produksi tambahan yang harus ditanggung para petani, yakni untuk biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) mesin pompa air.
Sebanyak empat kecamatan di Kulonprogo diketahui sudah mengajukan proposal bantuan air bersih ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kulonprogo
Pembukaan Saluran Induk Kalibawang yang dilakukan menjelang Idulfitri 2018 belum mampu mengatasi kekeringan dan kesulitan air bersih warga Dusun Kalisoka, Desa Banjarasri. Sejak Rabu (13/6/2018), warga setempat masih kesulitan mendapatkan air untuk keperluan sehar-hari maupun untuk budi daya ikan. Selain warga di Desa Banjarasri, sebagian warga Desa Banjararum juga mengalami hal yang sama.
PDAM Bantul menjamin ketersediaan pasokan air selama musim kemarau. Untuk memastikan pasokan, perusahaan pelat merah ini siap mengoptimalkan mesin pompa yang dimiliki.