Cari Mata Air, Warga Gunungkidul Gali Telaga Kering
<p>Air telaga Banteng di Dusun Ngricik, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop yang menjadi andalan warga sekitar saat musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan semakin menipis.</p>
<p>Air telaga Banteng di Dusun Ngricik, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop yang menjadi andalan warga sekitar saat musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan semakin menipis.</p>
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY Djoko Budiyono mengatakan, beberapa daerah di Bantul seperti Imogiri, Jetis, Pajangan dan Pandak; Gunungkidul (Girisubo, Tajungsari dan Tepus); Kulonprogo (Galur, Lendah, Pengasih dan Temon), berpotensi mengalami kekeringan lebih dari 60 hari.
Ratusan hektare sawah di DIY mengalami kerusakan akibat kekeringan yang melanda provinsi ini selama beberapa bulan terakhir. Puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus. Bahkan, di Kecamatan Srandakan hujan sudah tidak pernah turun sejak 92 hari lalu, dihitung per 20 Juli 2018.
Sejumlah masyarakat di sekitaran Telaga Sureng, di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu memanfaatkan telaga yang mulai mengering untuk bercocok tanam.
Saat ini masyarakat di desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul hanya mengandalkan sumur galian yang sudah mulai mengering. Sebagian warga juga sudah membeli air sejak awal bulan Juli.
Alumni SMP Negeri Sanden tahun 1974 menggelar acara bakti sosial di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Minggu (23/7/2018). Acara ini diisi dengan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Siluk I dan Siluk II.
Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo menutup pintu air Waduk Sermo, Senin (23/7/2018). Penutupan dilakukan karena area persawahan di Kulonprogo yang selama ini menganmdalkan pasokan air dari Waduk Sermo telah memasuki masa tanam ketiga.
Bencana kekeringan di Kulonprogo kian meluas. Satu desa di kecamatan Kokap, yakni Desa Hargomulyo, dilaporkan telah kekurangan air bersih. Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, hingga Senin (23/7/2018) tercatat ada 13 desa yang mengalami kekeringan. Jumlah tersebut diprediksi bakal terus bertambah karena sejumlah desa yang berada di kawasan rawan kekeringan belum melapor untuk meminta bantuan dropping air bersih.
Warga terdampak pengeringan saluran induk irigasi Kalibawang di Dusun Turus, Desa Tanjungharjo Kecamatan Nanggulan mulai khawatir, air akan disalurkan pada 1 Agustus 2018.
Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Jawa Barat menyatakan beberapa lokasi lahan pertanian di wilayah utara daerah itu terancam kekeringan pada musim kemarau 2018 sehingga perlu diantisipasi agar petani tidak mengalami kerugian besar.