Warga Mertelu Butuh Sumur Dangkal
Musim kemarau yang panjang membuat warga yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan harus memutar otak untuk mendapatkan air bersih. Selain meminta bantuan air bersih, warga juga butuh pembuatan sumur dangkal.
Musim kemarau yang panjang membuat warga yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan harus memutar otak untuk mendapatkan air bersih. Selain meminta bantuan air bersih, warga juga butuh pembuatan sumur dangkal.
Kemarau panjang yang masih terus terjadi membuat warga semakin kesulitan memperoleh air bersih. Di wilayah Kecamatan Gedangsari, harga air bersih melambung mencapai Rp400.000 per tangki kapasitas 5.000 liter. Dropping air bersih dari pemerintah tak seluruhnya bisa dirasakan warga.
Bencana kekeringan yang melanda wilayah Gunungkidul berdampak pada lahan pertanian di Kecamatan Semanu. Di Desa Semanu, misalnya, petani kesulitan mengolah lahan lantaran tanah kering dan retak-retak cukup parah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulonprogo mencatat sebanyak 4.150 Kepala Keluarga (KK) dengan 8.316 jiwa terdampak kekeringan.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kulonprogo menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 107 tangki kepada warga di wilayah terdampak kekeringan, Rabu (9/10/2019). Aksi ini adalah bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo ke-68.
Belum turunnya hujan hingga pekan kedua Oktober akhirnya direspons Waroeng SS (Spesial Sambal) dengan melakukan distribusi air bersih di beberapa wilayah di DIY, Rabu (9/10/2019).
Di beberapa titik Selokan Mataram debit air menyusut, bahkan kering. Penyusutan air itu bagian dari upaya rehabilitasi Selokan Mataram oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO) selama empat bulan dari September sampai Desember.
Kekeringan yang melanda Samigaluh, Kulonprogo, tidak hanya menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, namun juga membuat warga tidak bisa bercocok tanam.
Kekeringan memaksa kanguru di sejumlah wilayah Australia memakan bangkai kangguru lainnya hingga makan tisu toilet karena tanaman yang menjadi sumber makanan mereka mati.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, memastikan kemarau panjang yang terjadi mulai berdampak pada penyaluran air bersih. Saat ini, debit air di sejumlah sumber mulai berkurang sehingga pengisian tangki air harus mengatre lama sebelum disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.