BMKG Ingatkan Warga Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan DIY
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung mengeluarkan mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung mengeluarkan mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia.
Masyarakat diminta waspada terhadap gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia hari ini, Minggu (12/7/2020).
Gelombang tinggi yang terjadi tiga hari terakhir mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan di sekitar pantai. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, beberapa bangunan yang kena gelombang berada terlalu dekat dengan bibir pantai.
Ombak pasang kembali menerjang Pantai Selatan Bantul, DIY pada Rabu (27/5/2020). Untungnya ombak tersebut belum sampai mengancam keselamatan warga yang tinggal di pesisir. Akan tetapi, ombak pasang itu membuat nelayan takut melaut.
Gelombang tinggi masih mengancam kawasan pesisir Gunungkidul. Diprediksi kenaikan gelombang ini akan terjadi hingga akhir Mei.
Gelombang tinggi hingga enam meter berpotensi terjadi di laut selatan DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Gelombang pasang menerjang Pantai Selatan Gunungkidul pada Selasa (26/5/2020). Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko mengungkapkan gelombang tinggi mulai terpantau sejak pagi ini.
Gelombang pasang menerjang Pantai Trisik, Kapanewon Galur, Kulonprogo, Selasa (26/5/2020) pagi. Di pantai itu, gelombang hampir menerjang warung yang berada tak jauh dari bibir pantai.
Akibat dihantam ombak besar, sebuah perahu tempel terbalik di Muara Sungai Serang, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Senin (11/5/2020). Beruntung peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB itu tidak menelan korban jiwa. Dua orang nelayan yang berada di perahu itu bisa menyelamatkan diri.
BMKG Staklim Mlati Yogyakarta mengimbau agar nelayan maupun masyarakat yang ada di perairan selatan DIY untuk mewaspadai gelombang tinggi yang dimungkinkan terjadi imbas dari tekanan rendah yang terpantau di Samudra Hindia.