Hanya Sepekan, 9 Pelancong Nyaris Tewas Terseret Gelombang Pantai Selatan
Sepekan terakhir gelombang tinggi melanda Pantai Selatan DIY. Untuk wilayah Kulonprogo, sudah ada sembilan korban yang terseret arus pasang saat gelombang tinggi.
Sepekan terakhir gelombang tinggi melanda Pantai Selatan DIY. Untuk wilayah Kulonprogo, sudah ada sembilan korban yang terseret arus pasang saat gelombang tinggi.
Kondisi gelombang di kawasan Pantai Selatan mulai turun. Hal ini dimanfaatkan nelayan untuk kembali mencari ikan di laut. Namun, redanya gelombang memicu munculnya ubur-ubur menyengat di Pantai Selatan.
Kondisi cuaca dan ombak yang tinggi membuat nelayan di Pantai Depok tidak melaut selama sepekan. Diperkirakan nelayan akan mulai melaut lagi pada Sabtu akhir pekan ini.
Gelombang pasang di pantai selatan wilayah Kulonprogo masih tinggi. Pengunjung pantai di wilayah Kulonprogo masih dilarang mandi di pantai untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan.
Gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai selatan Gunungkidul membuat aliran sungai bawah tanah Baron di Desa Kemadang, Tanjungsari menjadi dangkal. Sebelum disapu gelombang, kedalaman aliran mencapai 3-4 meter, namun sekarang hanya tinggal satu meter.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang dengan tinggi sampai enam meter berpotensi menyambangi sebagian wilayah perairan Indonesia hingga empat empat hari ke depan.
Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi Cilacap Teguh Wardoyo menyampaikan tinggi gelombang di laut selatan Jawa Tengah dan DIY berpotensi mencapai enam meter.
Gelombang dengan kategori sangat tinggi (4.0 hingga 6.0 meter) berpeluang terjadi di Perairan Barat Kep.Kei, dan Laut Banda bagian timur.
Fenomena gelombang tinggi disertai angin kencang melanda sepanjang pesisir Jawa. Di Kulonprogo, derasnya ombak membuat sejumlah perahu nelayan bergeser dari tempatnya. Beberapa di antaranya bahkan mengalami kerusakan.