JK: Tujuan untuk Menyejahterakan Masyarakat Tak Pernah Berubah
Tujuan terbesar dari komitmen pembangunan berkelanjutan (SDGs) adalah mengentaskan kemiskinan.
Tujuan terbesar dari komitmen pembangunan berkelanjutan (SDGs) adalah mengentaskan kemiskinan.
Kemiskinan identik dengan masalah kepemilikian rumah. Meski demikian, hal ini tidak berlaku di Gunungkidul. Pasalnya, dari jumlah warga yang masuk kategori miskin, sebagian besar telah memiliki rumah sendiri.
Ganjar Pranowo memberikan perhatian khusus pada persoalan kemiskinan sejak menjabat sebagai Gubernur Jateng sejak September 2013. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hingga Maret 2019 warga miskin di provinsi ini telah berkurang lebih dari satu juta orang.
Pemda DIY sebentar lagi akan menganggarkan minimal 10% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY untuk mengatasi kemiskinan.
Bupati Bantul, Suharsono menyatakan terdapat nama yang semestinya tidak masuk kategori penerima Progam Keluarga Harapan (PKH) pada database Pemkab Bantul. Hal ini menyebabkan nama tersebut terus mendapat bantuan meskipun tidak masuk dalam kategori.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Bantul akan mengusulkan kepada Kementerian Sosial untuk mencoret 852 kepala keluarag (KK) dari Basis Data Terpadu (BDT) Kemiskinan. Sebab, ratusan kepala keluarga tersebut dianggap sudah mampu dan mandiri setelah mengundurkan diri dari sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Bupati Bantul Suharsono mengakui angka kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di Bantul masih cukup tinggi, meski ada penurunan dari tahun ke tahun. Pihaknya sudah menyiapkan jurus untuk menanggulanginya yang harus dilakukan oleh semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Bantul.
DIY masih menjadi juara bertahan di bidang ketimpangan, gini ratio masih berada di urutan teratas secara nasional. Pemda DIY didesak melakukan langkah serius terutama mengevaluasi secara keseluruhan program kemiskinan yang targetnya belum tercapai.
Jumlah warga miskin di Provinsi Jawa Tengah berkurang sebanyak 124.200 orang selama periode September 2018 hingga Maret 2019
Dunia pendidikan kembali disentil. Kali ini oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila F Moeloek. Beliau menyoroti perilaku anak-anak dan remaja Indonesia yang sudah mulai menjadi perokok aktif. Melihat kenyataan ini, Menkes menekankan adanya peraturan yang lebih ketat di sekolah terkait para guru yang masih suka merokok. Menkes meminta agar para guru juga tidak menjadi perokok.