Penyelidikan Identitas Palsu Penumpang Sriwijaya Air Terus Diusut
Penyelidikan soal identitas palsu yang digunakan oleh dua korban Sriwijaya Air SJ-182 masih dilanjutkan kendati keluarga yang bersangkutan mendapatkan santunan.
Penyelidikan soal identitas palsu yang digunakan oleh dua korban Sriwijaya Air SJ-182 masih dilanjutkan kendati keluarga yang bersangkutan mendapatkan santunan.
Tim SAR telah menghentikan proses pencarian korban Sriwijaya Air SJ-182 pada Kamis (21/1/2021). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan Rumah Sakit Polri telah menerima 325 kantong jenazah hingga pencarian korban dihentikan.
Operasi SAR pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tak diperpanjang, namun Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan akan tetap melanjutkan pencarian perangkat kotak hitam (black box) berupa rekaman percakapan dalam kokpit (cockpit voice recorder/CVR).
Pemerintah memutuskan untuk menghentikan operasi SAR dari Sriwijaya Air SJ-182 karena sudah mengalami perpanjangan waktu selama 2 kali masing-masing sebanyak 3 hari.
Sejumlah nelayan di sekitar Pantai Kis, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menemukan beberapa bagian tubuh manusia yang diduga korban Sriwijaya Air SJ182.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proses pemberian santunan kepada keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 segera diselesaikan PT Sriwijaya Air dan PT Jasa Raharja.
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi posko darurat evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Jakarta International Container Terminal (JICT), Rabu (20/1/2021).
KNKT melaporkan pihak Amerika Serikat dan Singapura juga ikut terlibat dalam proses investigasi Sriwijaya Air SJ-182.
KNKT telah mengunduh data dari black box FDR Sriwijaya Air SJ-182 yang berisi parameter, jam, dan jumlah penerbangan sebagai petunjuk baru proses investigasi.
KNKT mengungkapkan isi FDR dari black box Sriwijaya Air SJ-182 dan berjanji akan mempublikasikan laporan awal investigasi kepada masyarakat dalam 30 hari setelah kecelakaan.