Ini Fokus Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 Hari ke-11
Tim SAR gabungan memfokuskan pencarian bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
Tim SAR gabungan memfokuskan pencarian bagian tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
PT Jasa Raharja menyerahkan uang santunan kepada 25 ahli waris dari korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Terdapat 29 korban yang telah teridentifkasi, pembayaran kepada empat ahli waris lain masih dalam proses.
Upaya pengungkapan misteri jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hanya melalui komponen perangkat kotak hitam berupa perekam data penerbangan (flight data recorder/FDR) bila seandainya perekam suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR) tak berhasil ditemukan.
Sebanyak 308 kantong jenazah serta pelindung CVR (cockpit voice recorder) ditemukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan selama sembilan hari pencarian puing pesawat Sriiwjaya Air dengan nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.
Integrasi data milik Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Polri diharapkan mempercepat proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
Selama pelaksanaan operasi SAR pesawat Sriwijaya Air SJ-182, tim telah mengevakuasi 308 human body remains, 58 serpihan kecil pesawat, dan 54 potongan besar bagian pesawat.
Identitas pada paspor tertulis atas nama Geraceland Gloria Natalie, sedangkan KTP atas nama Yamanzai dan STNK atas nama Ali Wardana.
Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan 10 kantong bagian jasad korban dan empat kantong serpihan kecil dan tiga bagian potongan besar badan pesawat di hari kesembilan operasi evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182, Minggu (17/1/2021).
Kedua penyelidik tiba di Jakarta pada Rabu setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia menerima tawaran Singapura untuk membantu penyelidikan.