Pencarian Sriwijaya Air Fokus ke VCR
Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan untuk korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 memaksimalkan upaya untuk menemukan cockpit voice recorder (CVR), pada hari keenam pencarian, Kamis (14/1/2021).
Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan untuk korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 memaksimalkan upaya untuk menemukan cockpit voice recorder (CVR), pada hari keenam pencarian, Kamis (14/1/2021).
Memasuki hari keenam, tim pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak memperluas lokasi pencarian udara dan pesisir di Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (14/1/2021).
DPR meminta pemerintah sebagai regulator untuk aktif dalam meningkatkan pengawasan agar tidak mempenaruhi citra maskapai Indonesia di mata dunia.
Sriwijaya Air berharap hasil pemeriksaan FDR dari black box SJ-182 bisa mengakhiri spekulasi mengenai penyebab kecelakaan pesawat yang berkembang di masyarakat.
Cuaca buruk membuat upaya pencarian pesawat Sriwijaya SJ 182 beserta penumpangnya dihentikan sementara.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi melakukan pertemuan langsung dengan perwakilan keluarga penumpang dan awak SJ-182 di Auditorium Gedung 600 BSH, Kantor Pusat Angkasa Pura II, Cengkareng, Selasa (12/1/2021)
Selain dompet milik pramugari, tim penyelam juga menemukan dompet milik penumpang bernama Rahmania Ekananda.
Tim gabungan meneruskan tugas melakukan pencarian dan vekauasi atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air pada Sabtu pekan lalu. Pada Selasa, ditemukan dompet atas nama Rahmania Ekananda.
Menhub bersama Panglima TNI dan jajarannya sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo membahas kecelakaan tersebut. Presiden Joko Widodo kemudian memberikan instruksi kepada dua tangan kananya tersebut.
Kotak hitam ditemukan di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pukul 16.20 WIB. Kotak hitam ini ditemukan setelah empat hari pencarian.