Dugaan KNKT: Mesin Sriwijaya Air SJ-182 Masih Aktif Sebelum Membentur Air
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaporkan hasil investigasi SJ-182 dengan menduga mesin pesawat masih dalam kondisi aktif sebelum membentur air.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaporkan hasil investigasi SJ-182 dengan menduga mesin pesawat masih dalam kondisi aktif sebelum membentur air.
Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri langsung menerbitkan akta kematian salah satu korban tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yakni pramugara Okky Bisma. Okky merupakan korban yang pertama berhasil teridentifikasi.
Pencarian dan penyelamatan Sriwijaya Air SJ-182 sudah memasuki hari keempat. Tim SAR gabungan akan fokus ke pencarian kotak hitam (black box) dengan bantuan kapal yang memiliki kemampuan deteksi bawah air, kata Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Rasman MS.
Personel gabungan TNI Angkatan Laut (AL) dari atas KRI Rigel-933 menurunkan alat pendeteksi logam (magnetometer), Selasa (12/1/2021). Alat tersebut untuk mendeteksi puing pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Kemarin sudah ditemukan ada dua ping dan sudah dilokalisir. Artinya bukan berarti black box itu sudah ketemu tapi sudah dilokalisir.
Empat kantong hasil pencarian hari kedua itu berisi puing pesawat berbagai ukuran, jaket keselamatan hingga pakaian dan perlengkapan milik penumpang pesawat.
Basarnas mendapat temuan tambahan berupa 16 kantong puing kecil serta potongan besar pesawat sebesar 24 kantong.
Namun, sebelumnya, Administrasi Penerbangan Federal memerintahkan inspeksi darurat terhadap sekitar 2.000 pesawat Boeing 737 karena kemungkinan masalah katup mesin yang dapat menyebabkan kerusakan mesin.
Pesawat jenis B737-500 tersebut telah mengantongi Sertifikat Kelaikudaraan yang diterbitkan oleh Kemenhub dengan masa berlaku sampai dengan 17 Desember 2021.
Berikut kumpulan fakta-faka mengenai jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182.