Ini Nama-Nama Anggota DPR RI dari Dapil DIY
KPU DIY baru menyelesaikan rekapitulasi suara di tiga kabupaten dan satu kota dan masih menunggu rekapitulasi suara dari Sleman, Rabu (8/5/2019).
KPU DIY baru menyelesaikan rekapitulasi suara di tiga kabupaten dan satu kota dan masih menunggu rekapitulasi suara dari Sleman, Rabu (8/5/2019).
Beberapa nama besar kolaps dalam pertarungan berebut kursi DPR dari Dapil DIY. Roy Suryo dan sejumlah pesohor seperti Katon Bagaskara dan Annisa Tri Hapsari gagal melaju ke Senayan.
Hasil penghitungan suara Pemilu 2019 baru diumumkan secara resmi pada 22 Mei mendatang. Namun sejumlah nama caleg hampir pasti lolos ke Senayan berdasarkan hitungan internal dan sumber data lainnya.
Anggota DPR dijadwalkan untuk Rapat Paripurna dengan agenda pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2018-2019 yang akan disampaikan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.
Mulan Jameela mengaku belum tahu kabar yang menyebutkan bahwa dia akan melenggang ke Senayan sebagai anggota legislatif dari Partai Gerindra mewakili Jawa Barat.
Pelantikan Anggota Legislatif terpilih baru akan dilaksanakan pada 1 Oktober mendatang. Sementara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan pada 20 Oktober.
Sejauh ini sudah tiga politikus dari DIY yang hampir pasti lolos ke Senayan. Selain Hanafi Rais, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Agus Sulistiyono dan politikuss Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Subardi alias Mbah Bardi diperkirakan menjadi wakil rakyat di DPR.
Nama-nama anggota DPR yang telah menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) akan diumumkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara patuh dan tepat waktu. Pengumuman akan diumumkan April ini.
Adapun berdasarkan catatan KPK per 31 Maret, masih ada 7.010 anggota DPRD yang belum melaporkan hartanya dari jumlah wajib lapor 17.644, kemudian 32 orang DPD RI yang belum melaporkan dari 132 orang wajib lapor.
KPU kembali mengumumkan calon anggota legislatif (caleg) mantan terpidana korupsi. Hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Nasional Demokrat (Nasdem) yang bersih, sama sekali tidak memiliki mantan napi korupsi. Hanura, Golkar, serta Demokrat menyumbang caleg eks koruptor paling banyak.