HARIAN JOGJA HARI INI: Stok Vaksin di DIY Menipis
Harian Jogja Edisi Senin (2/8/2021).
Harian Jogja Edisi Senin (2/8/2021).
Indonesia sudah mengamankan sebanyak 173,1 juta dosis vaksin Covid-19, terdiri atas 144,7 juta dosis dalam bentuk bulk dari Sinovac dan 28,6 juta dosis dalam bentuk produk jadi dari AstraZeneca Covax dan bilateral, Sinopharm dan Moderna.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 di DIY untuk dosis pertama sudah mencapai 1.167.001 atau 40,53% dari total sasaran 2.879.699 orang. Sementara dosis kedua baru 436.266 orang atau 15,15%. Data tersebut sampai 31 Juli 2021.
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) DIY mencatat sekira 30 persen warga binaan pemasyarakatan (WBP) di wilayah setempat telah menerima program vaksin dari jumlah sasaran sebanyak 1.745 orang. Program itu ditargetkan bisa rampung pada Oktober mendatang.
Stok vaksin Covid-19 Bantul saat ini diperkirakan masih mencukupi hingga awal September 2021. Sementara itu hingga akhir Juli capaian vaksinasi di Bantul baru mencapai kisaran angka 25 persen.
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Sung Y. Kim mengumumkan kedatangan 3,5 juta dosis vaksin COVID-19 Moderna sumbangan dari pemerintahnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tengah mengusulkan tambahan stok vaksin kepada pemerintah Pusat sebanyak 100.000 dosis. Hal ini dilakukan agar program vaksinasi massal yang belakangan tengah digenjot tidak mengalami kendala di lapangan.
Pedma DIY terus berupaya meminta kiriman vaksin Covid-19 ke Pemerintah Pusat untuk mengatasi stok vaksin yang menipis di DIY, terutama di Sleman dan Jogja.
Dalam menyukseskan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, diperlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk perguruan tinggi. Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat meninjau vaksinasi drive thru di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Sabtu (31/7/2021).
Sejauh ini tidak ada rencana memberikan suntikan ketiga kepada masyarakat maupun pejabat publik hingga presiden.