Menlu: Indonesia Penerima Vaksin Ketiga Terbesar di Asia
Indonesia menjadi negara ketiga dengan jumlah penerima vaksinasi Covid-19 terbesar di Asia setelah China dan India. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.
Indonesia menjadi negara ketiga dengan jumlah penerima vaksinasi Covid-19 terbesar di Asia setelah China dan India. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.
Program vaksinasi mandiri atau gotong royong dikabarkan segera berjalan dengan target pelaksanaan mulai pekan ketiga Mei 2021. Program ini disambut dengan antusias para pekerja. Sejauh mana efektivitas dan keamanan vaksin yang akan digunakan?
Vaksin Covid-19 AstraZeneca dari Covax/Gavi yang telah didatangkan ke Indonesia hingga saat ini mencapai sekitar 4,9 juta dosis.
Pemerintah memastikan akan terus berupaya mendatangkan vaksin Covid-19 dari sejumlah produsen vaksin dunia.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyatakan siswa belum termasuk sasarana vaksinasi Covid-19 karena vaktor usia. Vaksin yang ada saat ini dikhususkan untuk warga yang berusia 18 tahun ke atas.
Pemerintah akan mengimpor 15 juta dosis vaksin dari Sinopharm dan 3 juta dari Sputnik V. Untuk Sinopharm, vaksin dikatakan datang pada pekan keempat April 2021.
Setidaknya 1.002.938.540 dosis telah diberikan di 207 negara dan wilayah, menurut penghitungan AFP, dikutip dari SCMP.
Sampai dengan masa pengumpulan data tahap dua yang sudah ditutup akhir Maret lalu, terdapat 17.386 perusahaan dan 8.6 juta peserta.
Dalam vaksinologi dua vaksin bisa diberikan apalagi kalau keduanya innactivated atau bukan hidup.
Pakar Universitas Islam Indonesia (UII) menyatakan pentingnya pemberian vaksian Covid-19 tahap kedua. Jika cakupan dosis kedua ini tidak sampai 70% dari jumlah penduduk, maka sulit untuk mencapai herd immunity.