ASN Bantul Divaksin Pekan Ini
Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai salah satu profesi pelayanan publik juga akan menjadi sasaran penerima vaksin. Rencananya ASN dapatkan vaksinasi mulai pekan ini.
Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai salah satu profesi pelayanan publik juga akan menjadi sasaran penerima vaksin. Rencananya ASN dapatkan vaksinasi mulai pekan ini.
Vaksinasi massal yang menyasar pelaku usaha dan jasa akomodasi wisata di kawasan wisata Malioboro dari Tugu sampai Alun-alun Utara yang digelar selama dua hari kemarin masih belum mencapai target.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memulai vaksinasi Covid-19 tahap kedua dengan sasaran pemberi pelayanan publik. Jumlah penerima di tahap ini lebih banyak ketimbang sasaran tenaga kesehatan yang hanya sebanyak 3.026 orang.
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta mencatat rerata realisasi vaksinasi massal yang digelar untuk pelaku ekonomi di kawasan Malioboro dan pedagang Pasar Beringharjo mencapai sekitar 70 persen dari target undangan.
Dari satu juta dosis vaksin yang sudah diterima Pemprov Jateng nantinya hanya digunakan untuk 500.000 orang. Sebab, satu orang mendapatkan jatah dua kali suntikan vaksin.
Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat tujuh kejadian ikutan pascaimuninasi dalam program vaksinasi massal untuk pelaku usaha, karyawan, pedagang kaki lima di kawasan Malioboro serta sektor informal lain, yaitu pedagang Pasar Beringharjo pada pelaksanaan hari pertama, Senin (1/3/2021).
Pemerintah DIY menargetkan program vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang menyasar pelayan publik dan warga berusia lanjut bisa kelar pada Mei 2021. Selanjutnya vaksin akan diberikan kepada seluruh warga DIY secara bertahap. Proses ini diharapkan dapat selesai pada akhir 2021.
Belakangan masyarakat dibuat heboh dengan kabar efek samping vaksin Covid-19 pada kesuburan wanita.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan 10 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19 Sinovac telah tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Selasa (2/3/2021).
Pelaku wisata di Bantul masih menunggu kejelasan vaksinasi. Ketua PHRI Bantul M Nurman Asmuni mengatakan ada sedikitnya 1.000 pelaku wisata dari 41 usaha di organisasinya yang sampai saat ini masih menunggu pendaftaran dan waktu vaksinasi.