Menkes: Banyak Pasien TBC Gagal Sembuh Karena Lamanya Durasi Pengobatan
Banyak kasus pasien tuberkulosis (TBC) gagal sembuh karena durasi pengobatan lama dan banyaknya jumlah obat yang harus dikonsumsi setiap harinya.
Banyak kasus pasien tuberkulosis (TBC) gagal sembuh karena durasi pengobatan lama dan banyaknya jumlah obat yang harus dikonsumsi setiap harinya.
Kasus penyakit Tuberkulosis (TBC) di DKI Jakarta dilaporkan melonjak pada triwulan pertama 2025.
Dinas Kesehatan Gunungkidul gencar melakukan tracing penderita TBC aktif di Bumi Handayani. Kegiatan ini berlangsung mulai 22 April hingga 12 Juni 2025.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo mengenalkan program SERMOKU (Sistem Penjaringan Orang Terduga Tuberkulosis) untuk meningkatkan diagnosis penyakit tersebut
Dari jumlah tersebut, 5-10% mengalami TB berat. Oleh karena itu, daya tahan tubuh yang baik menjadi faktor utama dalam pencegahan TB.
Penanganan TBC secara sistematis yang punya basis kuat pada kader dan peran Kalurahan dianggap bisa jadi kunci pengentasan TBC di Indonesia.
Masih Ada Ribuan Penderita TBC Hingga Desember 2024, Dinkes Bantul Tingkatkan Penemuan Kasus
Pemerintah pusat dan daerah akan melakukan pemantauan bersama capaian program pengendalian Tuberkulosis (TBC) di seluruh Indonesia
Terdapat 8 juta kasus baru yang dilaporkan saat Tuberkulosis (TB) menjadi penyakit menular yang paling mematikan di dunia.
Deteksi dini penyakit tuberkulosis (TB) di Kota Jogja dioptimalkan melalui pencarian kasus secara aktif (active case finding/ACF) pada kelompok berisiko tinggi.