BNPB Terjunkan 1.512 Personel Tiap Provinsi untuk Antisipasi Kebakaran
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan1.512 personel gabungan di tiap provinsi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan1.512 personel gabungan di tiap provinsi untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belakangan terjadi di sebagian wilayah Provinsi Riau menyelimuti Kota Pekanbaru dan Kota Dumai, Minggu (14/7/2019).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Ia memastikan kasus kebakaran hutan yang saat ini terjadi murni disengaja.
Pihak kepolisian menetapkan 12 orang menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Namun, untuk perusahaan yang membakar lahan, sejauh ini masih aman.
Kebakaran hebat melanda lahan seluas 30 hektare milik PT Tani Subur Makmur (TSM) yang merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit di Riau. Polisi saat ini menyelidiki kemungkinan adanya kesengajaan terbakarnya lahan tersebut.
Satelit mendeteksi ada 165 titik panas yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, berada di Provinsi Riau pada Rabu (20/3/2019)pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 97 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di lima provinsi di Pulau Sumatera.
Satgas Udara Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau melakukan operasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca). Hingga saat ini sudah 15,8 ton garam ditebar di langit Riau untuk menanggulangi kebakaran hutan.
Luas lahan yang terbakar sudah mencapai 1.337,16 hektare, Bengkalis dan Rokan Hilir paling banyak.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di pesisir Riau mengakibatkan ribuan warga sakit.