Tim SAR Gabungan Temukan 4 Korban Banjir Bali di Waduk Tukad Badung
Sebanyak empat korban banjir di Denpasar, Bali, ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Kamis (11/9/2025)
Sebanyak empat korban banjir di Denpasar, Bali, ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Kamis (11/9/2025)
Pemicu hujan lebat dan banjir yang melanda sebagian wilayah Bali beberapa hari terakhir ini disebabkan oleh gelombang ekuatorial Rossby.
Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Bali bertambah menjadi 14 orang. Selain itu, dua lainnya masih dalam pencarian akibat banjir.
Banjir tersebut menyebabkan banyak rumah terendam, bahkan banyak rumah yang rusak sehingga tidak bisa ditempati kembali oleh warga pasca banjir.
Sebanyak lima orang meninggal dunia dan enam lainnya masih berstatus hilang akibat banjir di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung
Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali mengumumkan situasi force majeure atau keadaan memaksa akibat banjir.
Pasangan suami istri (Pasutri) yang terseret banjir bersama sebuah mobil di Pasar Pangosari Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali salah satunya ditemukan meninggal
Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali mempertimbangkan penetapan status darurat terkait banjir di wilayahnya. Sementara Pemkot Denpasar fokus ke evakuasi warga.
Gubernur Bali Wayan Koster meminta Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mendata kerugian warga akibat banjir, terutama pedagang Pasar Badung dan dua bangunan toko
Banjir di Bali menelan korban jiwa. Sebuah bangunan runtuh tergerus arus sungai Tukad Badung yang meluap mengakibatkan empat orang meninggal dunia.