Antisipasi Bencana, DIY Segera Gelar Apel Siaga
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan dalam waktu dekat akan menggelar apel siaga sebagai upaya memitigasi bencana.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan dalam waktu dekat akan menggelar apel siaga sebagai upaya memitigasi bencana.
Masyarakat perlu waspada terhadap peningkatan curah hujan yang potensial memicu bencana alam.
Data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, dua orang warga meninggal dan 21 rumah rusak dalam banjir bandang tersebut.
Hujan dan angin kencang yang melada wilayah Gamping, Sleman menyebabkan baliho dan sejumlah pohon tumbang, Senin (1/11/2021). Masyarakat diminta terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrim akhir tahun ini.
BPBD Gunungkidul mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi pohon tumbang di awal musim hujan. Langkah antisipasi bisa dilakukan dengan memotong dahan dan ranting yang telah rimbun maupun lapuk.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat akan adanya potensi bencana alam akibat tingginya curah hujan pada akhir 2021 dan awal 2022.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat disertai angin kencang. Seperti yang terjadu pada Senin (18/10/2021) sore di mana sejumlah pohon dilaporkan tumbang dan tiang baliho patah akibat hempasan angin kencang. Tidak dilaporkan adanya korban dalam peristiwa ini.
Sebanyak tiga pohon tumbang dan satu talut longsor akibat hujan deras yang mendera Jogja, Senin (18/10/2021). Pohon tumbang terjadi di Kelurahan Semaki dan Demangan. Untuk talut longsor terjadi di Kelurahan Kotagede.
Modal sosial merupakan tulang punggung pengurangan risiko bencana di DIY. Wujudnya bisa berupa keterlibatan masyarakat sampai di tingkat terbawah.
Bencana alam di Indonesia umum terjadi setiap tahunnya dan mengalami peningkatan baik dari frekuensi maupun jumlah korbannya.