Dahsyatnya Badai Pasir di Australia Ubah Siang seperti Malam
Topan Hagibis di Jepang telah menewaskan 74 orang dan menyebabkan kerusakan luas di hampir seluruh wilayah negara itu. Tim penyelamat Jepang bekerja tidak mengenal waktu hingga hari ini.
Pascabencana topan Hagibis, Pemerintah Jepang mengerahkan lebih dari 110.000 petugas dalam operasi pencarian dan penyelamatan warga yang terdampak bencana tersebut.
Bencana Topan Hagibis melanda Jepang dan menewaskan korban jiwa.
Sedikitnya 11 orang tewas di akibat topan Hagibis yang menghantam seluruh wilayah Jepang.Sejumlah korban tewas akibat tertimbun tanah longsor dan yang lain hanyut beserta mobil mereka ketika pinggiran sungai runtuh akibat hujan lebat.
Topan Hagibis melanda Tokyo, Jepang, Sabtu (12/10/2019). Korban tewas tercatat dua orang.
Satu orang tewas dan lebih dari 3 juta orang disarankan untuk mengungsi ketika badai topan yang kuat terjadi di ibu kota Jepang pada Sabtu (12/10/2019). Hal itu membawa hujan dan angin terberat dalam 60 tahun.
Super topan Hagibis yang bergerak menuju Tokyo menyebabkan hujan lebat dan angin kencang, aliran listrik ke ribuan rumah terputus dan beberapa otoritas lokal menyarankan warganya untuk segera melakukan evakuasi.
Sejumlah rumah di Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo, dilaporkan rusak diterjang angin kencang pada Jumat (11/10/2019) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun ada seorang warga yang mengalami luka ringan akibat tertimpa genting yang runtuh.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencoba untuk menerapkan sistem peringatan dini bencana melalui televisi.