2020, BPBD Gunungkidul Bangun Enam Destana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul di tahun depan berencana membangun enam desa tangguh bencana (destana). Total hingga saat ini program mitigasi bencana sudah menyasar di 56 desa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul di tahun depan berencana membangun enam desa tangguh bencana (destana). Total hingga saat ini program mitigasi bencana sudah menyasar di 56 desa.
Tak hanya peranti sistem peringatan dini (EWS) di lereng Merapi yang hilang lantaran dicuri, satu unit EWS tanah longsor pun bernasib sama. Padahal musim hujan yang sudah di depan mata berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, salah satunya tanah longsor.
Wilayah Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Boyolali dilanda angin kencang, Senin (11/11/2019). Dampaknya, ada enam bangunan roboh.
Sedikitnya 15 rumah di Kecamatan Cibadak rusak akibat tanah bergerak. Data tersebut dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus memantau kondisi early warning systems (EWS) yang dipasang di sejumlah wilayah rawan longsor. Pemantauan dan pemeriksaan sangat dibutuhkan menjelang datangnya musim hujan yang kerap memicu terjadinya bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 3.155 bencana terjadi di Indonesia sejak awal Januari hingga 7 November 2019 yang didominasi oleh bencana akibat angin kencang, hujan deras dan kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY bersama Pemkab Gunungkidul meresmikan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di MAN 1 Gunungkidul, Rabu (6/11/2019).
Mengantisipasi terjadinya bencana tanah longsor saat musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus memantau early warning system (EWS) yang dipasang di sejumlah titik rawan longsor.
Beberapa waktu terakhir, angin kencang melanda sejumlah wilayah lereng Merapi bahkan hingga Gunungkudul. Puting beliung adalah fenomena angin kencang yang bentuknya berputar menyerupai belalai, keluar dari awan Cumulonimbus (CB), dan terjadi di daratan (jika terjadi diperairan dinamakan Water Spout).
Hujan yang mengguyur Kulonprogo pada Kamis (31/10/2019) malam menyebabkan sebuah dahan pohon patah dan menimpa kios di Desa Banjarsari, Kecamatan Samigaluh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.