Jang Youn Cho, Rektor Asing Pertama di Indonesia
Rektor asing akhirnya benar-benar masuk ke Indonesia.
Rektor asing akhirnya benar-benar masuk ke Indonesia.
Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) berencana memoratorium perizinan Fakultas Kedokteran (FK) di Indonesia, baik untuk perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). UIN Sunan Kalijaga Jogja yang berencana membuka FK tak terlalu merisaukan kebijakan tersebut.
Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai bongkar pasang prodi, agar memiliki kapasitas mendidik yang relevan dengan tuntutan zaman.
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Jogja akan memunculkan sejumlah program studi baru, namun rencana itu masih terganjal infrastruktur.
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra menyatakan, pemerintah perlu untuk kembali mengintensifkan proses merger atau penggabungan berbagai perguruan tinggi swasta (PTS) untuk meningkatkan standar mutu pendidikan nasional.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menambah satu lagi guru besar baru. Prof. Dwi Sulisworo dikukuhkan sebagai pakar di bidang Ilmu Teknologi Pembelajaran setelah menyampaikan pidatonya yang berisikan tentang Penerapan Mobile Learning sebagai Upaya Pemerataan Akses Pendidikan Berkualitas di Indonesia, Kamis (8/8/2019).
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) berencana membuka satu fakultas dan tiga program studi baru. Hal itu sebagai respon terbitnya PP No 46/2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menungkapkan alasannya mendukung perekrutan tenaga asing menjadi rektor untuk perguruan tinggi negeri (PTN). JK menilai peningkatkan kualitas rektor lokal masih lamban.
Sejumlah rektor di Jogja angkat bicara perihal rencana impor rektor yang bakal dilakukan pemerintah. Impor rektor disebut-sebut bertujuan untuk menaikkan peringkat universitas di Indonesia ke mata dunia.
Kebijakan impor rektor asing diklaim sudah seizin Presiden Joko Widodo (Jokowi).