Buntut Pemukulan Suporter, Pemerintah Malaysia Didesak Minta Maaf
Pemerintah Malaysia dituntut minta maaf terkait dengan kasus pemukulan terhadap suporter bola asal Indonesia.
Pemerintah Malaysia dituntut minta maaf terkait dengan kasus pemukulan terhadap suporter bola asal Indonesia.
Siswa berinisial CB warga Kulonprogo yang menusuk seorang guru hingga bersimbah darah lantaran motif asmara, diduga tahu rumah korban lewat kegiatan seni.
Beredar di media sosial, sekelompok suporter Malaysia memukuli suporter Indonesia usai pertandingan antara Malaysia vs timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (19/11/2019). Pertandingan tersebut berakhir 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Kepala salah satu SMA di Lendah, Kulonprogo, Didik Asmiarto mengonfirmasi kasus penusukan yang menimpa pegawainya dan diduga dilakukan oleh siswanya sendiri, di Bantul.
Akibat cinta yang tidak terbalas, CB, 16, siswa salah satu SMA di Kulonprogo, nekat menusuk gurunya sendiri, WP, 34 hingga kritis. Insiden sadis ini terjadi di rumah korban, di Poncosari, Srandakan, Bantul, Rabu (20/11/19) malam.
Kasus pembacokan yang dilakukan CB, 16, warga Kulonprogo terhadap gurunya Wening Pamuji Asih, 35 yang awalnya ditangani Polsek Srandakan dilimpahkan ke Polres Bantul bagian Unit Perlindunan Anak (UPPA).
Kasus pembacokan yang dilakukan CB, 16, warga Kulonprogo terhadap gurunya Wening Pamuji Asih, 35, terjadi karena motif asmara.
Wening Pamuji Asih, 35, warga Dusun Sambeng, Desa Poncosari, KecamataN Srandakan, Bantul mengalamu luka bacok di bagian dada hingga tembus ulu hati di rumahnya, Rabu (20/11/2019) malam.
Penganiayaan melibatkan sejumlah pendekar silat terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan tersangka ke-16 dalam kasus penculikan dan penganiayaan pegiat media sosial Ninoy Karundeng.