Produksi Ikan Budidaya Bantul Lampaui Target, Tembus 13.825 Ton
Produksi ikan budidaya Bantul pada 2025 melampaui target dan mencapai 13.825 ton, didukung tingginya konsumsi ikan masyarakat.
Produksi ikan budidaya Bantul pada 2025 melampaui target dan mencapai 13.825 ton, didukung tingginya konsumsi ikan masyarakat.
Produksi ikan di Gunungkidul mencapai 15.000 ton per tahun, namun angka gemar makan ikan masih tertinggal dibanding DIY dan nasional.
Produksi ikan DIY 2025 menembus 106 ribu ton dan disiapkan menopang kebutuhan protein program Makan Bergizi Gratis.
Harga ikan laut di Pantai Depok masih bertahan tinggi usai libur Nataru. Pedagang menyebut pasokan terbatas dan kebutuhan MBG ikut mengerek harga.
DKP Bantul menargetkan produksi ikan naik 25 persen dengan penambahan armada nelayan dan pemanfaatan cold storage di pesisir selatan.
Retribusi Tempat Pelelangan Ikan Gunungkidul mencapai Rp314 juta. TPI Baron menjadi kontributor terbesar Pendapatan Asli Daerah.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung memerintahkan tindakan tegas terhadap kapal ikan ilegal China di ZEE Korea Selatan.
Harga ikan laut dan ikan tawar di Pantai Depok Bantul naik jelang Nataru akibat melonjaknya permintaan wisatawan.
Produksi perikanan Gunungkidul stabil meski cuaca ekstrem. Lele menjadi primadona dengan kontribusi 85 persen dari total produksi budidaya.
Lele Gacor tingkatkan produktivitas hingga 300% dan bantu sukseskan program MBG di DIY.