Ikan Sidat Lebih Bergizi dari Salmon, Tapi Populasinya Kian Tertekan
Ikan sidat Indonesia kaya Omega-3 melebihi salmon, namun populasinya terancam punah akibat eksploitasi dan lemahnya tata kelola.
Ikan sidat Indonesia kaya Omega-3 melebihi salmon, namun populasinya terancam punah akibat eksploitasi dan lemahnya tata kelola.
Pelaku industri perikanan DIY terlibat program Makan Bergizi Gratis, pasok protein ikan ke dapur SPPG dan optimalkan pasar lokal.
Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul memperluas budidaya lele Koperasi Merah Putih untuk mendukung pasokan Program Makan Bergizi Gratis.
Budidaya ikan biofloc kian diminati di DIY karena mampu menekan FCR dan biaya pakan, sekaligus ramah lingkungan.
PAD sektor perikanan Gunungkidul 2025 hanya terealisasi 61 persen dari target. Cuaca ekstrem dan kebijakan retribusi kapal besar jadi penyebab utama.
Produksi ikan budidaya Bantul pada 2025 melampaui target dan mencapai 13.825 ton, didukung tingginya konsumsi ikan masyarakat.
Produksi ikan di Gunungkidul mencapai 15.000 ton per tahun, namun angka gemar makan ikan masih tertinggal dibanding DIY dan nasional.
Produksi ikan DIY 2025 menembus 106 ribu ton dan disiapkan menopang kebutuhan protein program Makan Bergizi Gratis.
Harga ikan laut di Pantai Depok masih bertahan tinggi usai libur Nataru. Pedagang menyebut pasokan terbatas dan kebutuhan MBG ikut mengerek harga.
DKP Bantul menargetkan produksi ikan naik 25 persen dengan penambahan armada nelayan dan pemanfaatan cold storage di pesisir selatan.