Disebut Tak Paham Nasionalisme, Pembina Pramuka yang Ajarkan Yel Berbau SARA Tidak Diluluskan
Pembina Pramuka yang ajarkan yel berbau SARA di Jogja dinyatakan tidak lulus.
Pembina Pramuka yang ajarkan yel berbau SARA di Jogja dinyatakan tidak lulus.
Kasus tepuk berbau rasis di kegiatan Pramuka di Kota Jogja menuai kritik.
Ulama sekaligus pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, mengatakan pembina Pramuka yang mengajarkan tepuk tangan dengan kata-kata kafir no di sebuah sekolah dasar di Jogja tidak mengerti tentang agama.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyesali insiden intoleransi yang dilakukan pembina Pramuka yang mengajarkan tepuk tangan dengan kata-kata kafir no beberapa waktu lalu.
Kasus tepuk tangan berbau rasis di Jogja yang menyebut "Kafir No" mendapat repons negatif dari Menkopolhukam.
Wali Kota Jogja angkat bicara ihwal heboh Tepuk yel yel "Islam Yes, Kafir, Kafir No".
Seorang pembina Pramuka dari Gunungkidul mengajarkan tepuk dengan kata kafir no di akhir tepuk saat memberikan pelatihan di sebuah sekolah dasar di Kota Jogja pada Jumat (10/1/2020). Pembina tersebut akhirnya minta maaf setelah salah satu wali murid memprotes.
Otoritas SMA 1 Gemolong, Sragen, Jawa Tengah mengevaluasi keberadaan organisasi Rohis di skeolah tersebut. Buntut kasus pemaksaan siswi berjilbab.
Sitorus pun dipastikan urung pindah rumah. Meski rumah ibadahnya pindah ke lokasi baru, namun dia mengaku tetap akan tinggal di Dusun bandut Lor.
Konflik pendirian gereja di Sedayu, Bantul akhirnya berujung damai.