200.000 Lebih Orang Piknik ke Gunungkidul, PAD Terkumpul Rp1,5 Miliar
Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul memastikan kunjungan wisata selama libur Lebaran melampuai target yang ditetapkan untuk momen liburan kali ini, yakni 154.403 orang.
Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul memastikan kunjungan wisata selama libur Lebaran melampuai target yang ditetapkan untuk momen liburan kali ini, yakni 154.403 orang.
PT BPR Bank Bantul (Perseroda) tahun ini menargetkan bisa memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp3 miliar. Target PAD ini lebih besar dibanding PAD tahun lalu yang hanya Rp2,5 miliar. Pandemi Covid-19 menajadi alasan Bank Bantul belum maksimal dalam memberikan PAD.
Dinas Pariwisata Gunungkidul harus bekerja ekstra keras demi memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi tiket masuk kawasan wisata. Pasalnya, dalam waktu satu bulan harus menutupi kekurangan sekitar Rp2 miliar agar target bisa terpenuhi.
Kepala Dinas Pariwsiata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan jika kondisi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak naik level atau tetap seperti saat ini di level 2, maka tidak menutup kemungkinan dalam dua bulan ke depan pendapatan dari sektor retribusi pariwisata bisa mencapai Rp4 miliar.
Pada aras kebijakan, sejumlah persoalan tata kelola kebijakan menghambat ruang gerak daerah dalam meningkatkan daya saing berkelanjutan.
Meskipun pandemi Covid-19, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Magelang tahun 2020 melebihi target sebanyak 120,91 persen, dari Rp 240.421.207.000 menjadi Rp 290.689.431.646
Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul optimistis target Rp16 miliar pendapatan yang telah ditetapkan pada APBD Perubahan 2020 mampu terpenuhi.
Pandemi Corona berdampak terhadap plafon anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul. Hal ini terlihat dalam Pengantar Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2020.
Pemkab Gunungkidul memastikan adanya penurunan target pendapatan asli daearah (PAD) di sejumlah sektor. Perubahan ini sebagai dampak adanya pandemi Corona yang masih terjadi.
Kerugian sektor pariwisata di Bantul akibat pandemi Covid-19 untuk sementara diklaim mencapai Rp11,9 miliar. Bahkan ada beberapa hotel dan homestay yang terpaksa merumahkan karyawannya.