Kementerian PUPR Pastikan Subsidi Perumahan Akan Tetap Disalurkan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) memastikan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi pembiayaan perumahan akan terus disalurkan di 2022.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) memastikan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi pembiayaan perumahan akan terus disalurkan di 2022.
Milenial menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pemerintah terus menggenjot pembiayaan rumah bersubsidi dan hingga 2024 ditargetkan mencapai 1,4 juta unit melalui skema FLPP, Tapera, dan BP2BT.
Kementerian PUPR mengungkapkan bahwa banyak lokasi perumahan bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah tidak pada tempatnya karena tidak mengacu pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan berada di daerah langganan banjir.
Pembangunan perumahan bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah ternyata menyimpan sedikitnya tujuh masalah.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan subsidi bunga KPR pemerintah sudah diberikan seluruhnya.
Berikut cara melakukan pencarian lokasi dan harga rumah bersubsidi melalui situs resmi Kementerian PUPR.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun ini menyiapkan bantuan subsisi perumahan untuk 380.276 unit rumah dengan alokasi anggaran sebesar Rp21,69 triliun.
Pemerintah menetapkan anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun depan sebesar Rp9,1 triliun dengan 30 bank akan menyalurkannya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merealisasikan 777.708 unit dari target 900.000 unit Program Sejuta Rumah.