Kenapa Peralatan Seni Sekarang Lebih Beragam dan Spesifik?
Peralatan seni kini makin beragam dan spesifik karena cara berkarya berubah, dipengaruhi pendidikan seni dan perkembangan industri kreatif.
Peralatan seni kini makin beragam dan spesifik karena cara berkarya berubah, dipengaruhi pendidikan seni dan perkembangan industri kreatif.
AI membawa tantangan sekaligus peluang bagi seniman. ISI Jogja menegaskan teknologi justru membuka akses dan memperluas ekspresi seni.
Karya kriya tradisional asal Bantul yakni Wayang Kulit Tatah Sungging dari Wukirsari, Imogiri, resmi memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementer
Puluhan akademisi dari berbagai negara belahan dunia turut menyemarakkan rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA).
Biennale Jogja kembali hadir tahun ini dengan mengusung tajuk “Kawruh: Tanah Lelaku”.
UWRF 2025 beri penghargaan lifetime achievement untuk Taufiq Ismail sebagai pengakuan peran pentingnya dalam dunia sastra Indonesia.
Festival Teater Perempuan Yogyakarta 2025 menghadirkan Sindikat Tuak Perempuan dengan naskah tentang perempuan, kritik sosial, dan nilai budaya.
Adegan itu membuka pementasan Laboartorium Obah #3 bertajuk Berhenti Sejenak yang digelar oleh Sanggar Seni Asrita di Auditorium IFI LIP Jogja, Sabtu (24/8).
Pagi hari di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, tak pernah sepi dari aktivitas para pelajar yang bergegas menuju sekolah.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.