Metamorfosa 20 by Mila Art Dance School Hadirkan Tari Lintas Genre
Metamorfosa 20 menghadirkan 150 penari lintas usia dan genre di Sleman City Hall sebagai ruang regenerasi penari dan pengembangan bakat.
Festival Langencarita DIY 2026 Tanamkan Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan pada Anak./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani
JOGJA—Festival Langencarita DIY 2026 mengusung tema Cinta Alam & Kesadaran Lingkungan yang digelar di Militaire Societeit, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu (9/5/2026). Festival ini menjadi ruang pembelajaran budaya sekaligus sarana menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya bagi anak-anak.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menuturkan kegiatan Langencarita merupakan bagian dari warisan budaya yang diharapkan mampu membangun kesadaran ekologis melalui pendekatan seni dan pertunjukan.
Menurutnya, kegiatan yang terinspirasi dari pemikiran Ki Hajar Dewantara itu bertujuan membentuk karakter anak melalui seni sekaligus menanamkan nilai budi pekerti.
“Semoga ini mampu memberikan kesadaran kepada kita semua, khususnya kepada anak-anak. Ketika mereka menjadi pohon, menjadi sungai, atau melakukan artistik yang menggambarkan alam, itu akan menumbuhkan kecintaan kepada alam dan kesadaran lingkungan,” ujarnya.
Dalam festival tersebut, anak-anak menampilkan berbagai pertunjukan yang menggambarkan ekosistem alam. Mereka mengenakan kostum bertema lingkungan, seperti pohon dan unsur alam lainnya. Melalui peran tersebut, anak-anak diharapkan semakin mencintai dan memahami pentingnya menjaga lingkungan.
Dian berharap Festival Langencarita 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga ruang pembelajaran bersama bagi masyarakat.
“Semoga Langencarita 2026 tidak sekadar menjadi malam pertunjukan, tetapi menjadi ruang pembelajaran untuk kita semua,” katanya.
Ia menambahkan tema cinta alam dan kesadaran lingkungan sejalan dengan nilai Hamemayu Hayuning Bawono yang menjadi filosofi masyarakat DIY. Nilai tersebut mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan keharmonisan lingkungan sekitar.
Menurut Dian, melalui kegiatan tersebut anak-anak tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Ia pun berpesan kepada seluruh peserta untuk tampil percaya diri, penuh kegembiraan, dan menjaga semangat kebersamaan selama festival berlangsung.
Festival Langencarita DIY 2026 sebelumnya telah digelar di masing-masing kabupaten dan kota di DIY. Kegiatan tersebut diikuti anak-anak dari berbagai kelompok usia dan perwakilan seluruh daerah di DIY.
Sementara itu, Juri Festival Langencarita Antar Kabupaten/Kota se-DIY 2026, Wahyudi Purnama, menyampaikan tembang Langencarita sarat dengan nilai budi pekerti. Menurutnya, pengemasan pertunjukan sangat bergantung pada kreativitas sutradara dan pengolah pentas tanpa meninggalkan kaidah seni pertunjukan.
“Sehingga membangun kebersihan dalam sebuah pentas, karakter dan tokoh. Ada pemain berbakat, kalau semua nembang bareng mana yang mau dibakatkan,” katanya.(ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metamorfosa 20 menghadirkan 150 penari lintas usia dan genre di Sleman City Hall sebagai ruang regenerasi penari dan pengembangan bakat.
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo pulang naik kereta usai diperiksa KPK terkait OTT yang menjerat Bupati Etik Suryani. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
Korban tewas gempa Venezuela pada 24 Juni bertambah menjadi 4.333 orang. Lebih dari 18.000 warga masih tinggal di penampungan sementara.
Jamwas Kejaksaan Agung Rudi Margono memastikan Febrie Adriansyah diproses secara pidana dan etik. Status pemberhentian masih menunggu Keppres.
Pemkab Blora segera mengoperasikan bus sekolah gratis bantuan Kemenhub di rute Kunduran-Blora setelah APBD Perubahan 2026 disahkan.