OPINI: Benahi Segera Program Kartu Prakerja
Implementasi program Kartu Prakerja banyak menimbulkan kontroversi, sementara dampak Covid-19 terhadap perekonomian, terutama peningkatan pengangguran kian mengkhawatirkan.
Implementasi program Kartu Prakerja banyak menimbulkan kontroversi, sementara dampak Covid-19 terhadap perekonomian, terutama peningkatan pengangguran kian mengkhawatirkan.
Para ahli ekonomi dan manajemen bisnis sebenarnya sudah lama mengamati kekuatan laten entitas bisnis, namun yang disorot lebih ke efek negatif dari kekuatan tersebut.
Maret 2020 bisa dikatakan jadi titik balik perubahan perekonomian Indonesia. Sejak pandemi Covid-19 diumumkan resmi pada 2 Maret lalu, awan hitam mulai menyelimuti wajah perekonomian domestik.
Tak lama setelah dua kasus positif Covid-19 diumumkan Presiden pada 2 Maret lalu, masker, antiseptik atau hand sanitizer, dan disinfektan serta merta diburu banyak orang tapi langka di pasaran. Selain karena ulah spekulan, rupanya komoditas tersebut laris manis diekspor duluan ke berbagai negara.
Pemerintah di sejumlah daerah pekan lalu dan pekan ini mulai menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT).
Pandemi Covid-19 selain menimbulkan masalah kesehatan, juga berdampak serius pada perekonomian masyarakat. Di Indonesia, dampak pandemi Covid-19 telah mengakibatkan tersumbatnya nadi perekonomian masyarakat.
Revolusi Industri 4.0 dan pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sendi kehidupan. Kedua hal itu pula yang memicu munculnya istilah baru bernama New Normal yang menggambarkan kondisi di mana kebiasaan lama tidak lagi menjadi patokan di dalam berbisnis, berusaha, dan sebagainya.
Isolasi diri atau karantina semacam ini, tentu menjadi mimpi buruk. Secara fisik orang mampu beradaptasi, namun secara psikologis orang akan merasa sangat terkucil dan kesepian.
Menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah, di tengah pandemi Covid 19, salah satu yang kini terus diperdebatkan adalah soal pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan oleh perusahaan.
Dampak negatif pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia sangat signifikan. Salah satu indikator dampak tersebut adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami lebih dari 2 juta orang.