OPINI: Pandemi Covid-19 dan Bank Indonesia
Pandemi Covid-19 menekan perekonomian negara-negara di seluruh dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 diperkirakan akan lebih rendah dari target APBN 2020 yang sebesar 5,3%.
Pandemi Covid-19 menekan perekonomian negara-negara di seluruh dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 diperkirakan akan lebih rendah dari target APBN 2020 yang sebesar 5,3%.
Pandemi Covid-19 telah telah menambah masalah dalam dunia pendidikan. Anak anak sejak akhir Maret 2020 diminta belajar dari rumah.
Kondisi normal baru bagi perguruan tinggi sudah dimulai sejak dikeluarkannya Surat Edaran Kemendikbud No.36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang Pembelajaran secara Daring, dan Bekerja dari Rumah untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.
Sepanjang sejarah, data dibutuhkan banyak Pemerintahan sebagai dasar untuk menarik pajak dan juga untuk distribusi kekayaan. Seiring dengan perkembangan teknologi, data mengalami transformasi, baik bentuk maupun metode pengumpulan, hingga cara analisisnya.
Popularitas modern monetary theory (MMT) menjadi inspirasi bagi politisi dan mantan menteri untuk mengusulkan mencetak uang guna membiayai anggaran penanggulangan wabah Covid-19 dan menstimulus ekonomi.
Pasca Covid-19, wisatawan akan menjadi lebih kritis, mulai dari penerapan physical distancing, informasi kapasitas terpasang atraksi, kecenderungan pemilihan direct flight, aktivitas outdoor terkait dengan kesehatan, nilai tentang sanitasi, hingga hygiene dan safety, yang semuanya itu menjadi salah satu preferensi mereka dalam menentukan pilihan untuk berwisata di luar atraksi itu sendiri.
Dalam investasi saham dikenal dua pendekatan, yaitu pendekatan teknikal dan pendekatan fundamental. Secara sederhana, pendekatan teknikal menekankan pada pemilihan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham.
Pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp405,1 triliun untuk penanganan Covid-19 melalui payung hukum Perppu No.1/2020.
Capaian penyaluran kredit pada triwulan I/2020 secara tahunan (year on year/yoy) masihterbilang rendah, hanya tumbuh 7,95%. Capaian ini melambat ketimbang triwulan yang sama tahun lalu yang tumbuh 11,54%.
Berharap landainya kurva pada masa pandemi Covid-19 bukanlah hal mudah. Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai daerah yang kemudian hanya berakhir dengan perpanjangan demi perpanjangan tanpa hasil.