OPINI: UMKM & Perempuan
Dalam pidatonya dalam Forum G-20 di Roma, Presiden Jokowi berharap negara-negara G-20 mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan melalui berbagai aksi nyata (Sabtu, 30/10/21).
Dalam pidatonya dalam Forum G-20 di Roma, Presiden Jokowi berharap negara-negara G-20 mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan melalui berbagai aksi nyata (Sabtu, 30/10/21).
Sampai saat ini, nampaknya pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Namun begitu, terdapat angin segar bagi para pelaku usaha, khususnya yang termasuk dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena pemerintah telah menetapkan adanya penurunan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 3 ke level 2.
Enterprising Government sebuah keniscayaan dari mimpi satuan kerja pemerintah untuk mengelola secara “Bisnis Like” yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan layanan yang diberikan.
Tidak semua negara memiliki kesempatan memimpin Group of Twenty (G-20). Indonesia adalah negara sedang berkembang yang terpilih dan memperoleh mandat menjabat presidensi G-20 tahun 2022.
Pembuat kebijakan perlu melanjutkan fokus mereka pada pengembangan undang-undang, sistem, dan prosedur yang diperbarui untuk mengatur pengumpulan dan penggunaan data.
“Beri aku seribu orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncang dunia.” Sebuah kalimat yang dipekikkan oleh proklamator bangsa mampu menggugah semangat, menggetarkan jiwa patriotisme para pemuda untuk bangkit, bersatu membela tanah air.
Pandemi Covid-19 telah menghantam sektor keuangan di Indonesia. Banyak pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar karena tidak mampu lagi melanjutkan usahanya. Hal ini juga dialami oleh para pelaku UMKM di daerah. Beberapa waktu yang lalu penulis berbincang bincang dengan para pelaku UMKM di daerah Sendangrejo Minggir Sleman.
Menurut Peraturan Pemerintah No.71/2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah bahwa karakteristik kualitas laporan keuangan merupakan prasyarat normatif yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki.
China tampaknya masih memprioritaskan penyelesaian jangka pendek melalui penjatahan listrik dengan memastikan bahwa orang dapat tetap aman, tetap hangat dan mengurangi sebanyak mungkin gangguan.
Pemerintah perlu menggenjot investasi, terutama di sektor manufaktur yang menjalin kemitraan dengan usaha kecil dan menengah serta memberikan dampak dalam bentuk transfer teknologi.