Sultan: Polisi Harus Ikuti Perkembangan di Masyarakat
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, konsolidasi, serta perannya dalam masyarakat.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, konsolidasi, serta perannya dalam masyarakat.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap agar semua pihak dan elite politik untuk menghormati keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK). Apapun hasilnya, keputusan MK merupakan keputusan hukum yang harus dipatuhi.
Raja Kraton Jogja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan HB X kembali mengingatkan masyarakat akan kesatuan bangsa, khususnya setelah melewati momen pemilu dimana terjadi polarisasi politik yang cukup tajam di tengah masyarakat. Polarisasi ini, menurutnya telah menjadi faktor melemahnya demokrasi Indonesia.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kembali akan menyelenggarakan open house syawalan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Meski merupakan agenda rutin tahunan, acara ini selalu menjadi agenda Pemda DIY yang dinanti oleh masyarakat umum.
Rencana aksi people power yang akan dilakukan pada 22 Mei mendapat respon dari Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Thailand, Wissanu Kreangam, di Gedhong Wilis, kompleks Kantor Gubernur, Kepatihan, Jumat (26/4/2019). Dalam pertemuan tersebut, Sultan melihat adanya ruang bagi Jogja dan Thailand untuk lebih membangun dialog melalui kebudayaan.
Sejumlah rekomendasi dihasilkan dari Simposium Internasional Budaya Jawa dan Naskah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Selasa (5/3/2019) sampai Rabu (6/3/2019)
Pengelola museum diminta terus bebenah agar tetap jadi salah satu daya tarik pengunjung. Penataan dan program di museum-museum diharapkan bisa menjadi tempat belajar dan pencerahan, sekaligus menyenangkan.
Saat ini total ada 600 naskah kuno yang tersimpan di Kraton
Upaya mengembalikan khazanah literatur (manuskrip) kuna yang dilakukan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak semudah membalikkan telapak tangan.