UPDATE CORONA: 24 Orang Positif Covid-19 di DIY, 2 Warga Sembuh
Kasus positis Covid-19 di DIY meningkat. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif COVID-19 di DIY bertambah cukup besar.
Kasus positis Covid-19 di DIY meningkat. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif COVID-19 di DIY bertambah cukup besar.
Ketua Ikatan Dokter (IDI) Bantul, Sagiran, menyatakan tenaga medis di Bantul sangat membutuhkan alat pelindung diri (APD) untuk menangani pasien yang diduga mengarah ke Covid-19.
Inisiatif masyarakat untuk melakukan lockdown di tiap kampung atau pembatasan akses keluar masuk di beberapa wilayah disebut Koordinator Tim Respons Covid-19 Universitas Gadjah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad sebagai tindakan yang tidak perlu.
Dinas Sosial DIY sedang merencanakan skema pemberian jatah hidup (jadup) bagi keluarga miskin yang kehilangan pendapatan akibat terdampak penyebaran virus Corona. Jadup rencananya diberikan dalam bentuk sembako dengan nilai minimal Rp300.000 untuk jatah sebulan sekali setiap satu keluarga miskin.
Kabar gembira datang dari Kulonprogo. Kondisi bayi positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates berangsur membaik. Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Utama RSUD Wates, Lies Indriyati.
Kepala Dusun Karangtengah Kidul, Kalurahan Margosari, Puryono segera bergerak cepat bersama warga melakukan berbagai tindakan antisipasi Covid - 19.
Rapid Diagnostic Test (RDT) untuk virus corona di wilayah DIY diprioritaskan untuk tenaga media dan kontrak tracing atau pihak yang pernah berhubungan erat dengan pasien positif.
Hingga Senin (30/3/2020), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait dengan Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul mencapai 582 orang.
Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Jogja kekinian mencapai 308 orang.
Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang diduga terkait Covid-19 di Kabupaten Bantul terus naik kini mencapai 374 orang.