Puluhan Pelajar di Sukoharjo Diketahui Mengidap HIV/AIDS
Sepanjang perjalanan pendataan oleh Dinkes Sukoharjo, hingga 2021 tercatat ada 727 orang terdeteksi positif HIV/Aids.
Sepanjang perjalanan pendataan oleh Dinkes Sukoharjo, hingga 2021 tercatat ada 727 orang terdeteksi positif HIV/Aids.
Tren penularan HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome) saat ini berubah dan menyebar ke kalangan ibu rumah tangga dan anak-anak.
Victory Plus Jogja, yayasan yang mendampingi para penyintas HIV dan AIDS telah mendampingi hampir 5.000 penyintas.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo meminta masyarakat berhenti memberikan stigma negatif terhadap pengidap HIV/Aids. Hal itu selain membawa dampak buruk terhadap kondisi psikologis Orang Dengan HIV/Aids (ODHA), juga menyulitkan Dinkes perihal upaya penemuan kasus baru.
Indonesia diharapkan siap menuju akhir HIV/AIDS pada 2030, yaitu tidak ada infeksi HIV baru, tidak ada kematian karena AIDS, dan tidak ada stigma dan diskriminasi.
Jumlah penderita HIV/AIDS di Gunungkidul terus bertambah. Hingga triwulan ketiga 2020, ada tambahan 37 kasus, dengan rincian 29 kasus HIV dan delapan kasus AIDS.
Pandemi Covid-19 membuat orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) kesulitan mendapatkan akses obat antiretroviral (ARV).
Tahun 2030 menjadi target pemerintah untuk memutus penularan HIV/AIDS di Indonesia..
Obat antiretroviral (ARV) yang sempat langka kini dikabarkan kembali tersedia. Kabar baik itu datang dari Ayu Oktariani, aktivis dari Indonesia AIDS Coalition (IAC).
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus berupaya menyosialisasikan soal stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA). Berdasarkan data Pemkot, sepanjang 2004-2019, prevalensi HIV di Kota Jogja saat ini sekitar 1.300 orang, di mana 200 orang di antaranya telah menjadi pasien AIDS dan sebagiannya telah meninggal dunia.