Puluhan Difabel hingga Orang dengan Gangguan Jiwa di Jogja Terjangkit HIV
HIV/AIDS ditemukan diidap puluhan warga di Jogja yang ternyata difabel dan mengalami ganguan jiwa.
HIV/AIDS ditemukan diidap puluhan warga di Jogja yang ternyata difabel dan mengalami ganguan jiwa.
-Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan pengadaan obat Antiretroviral (ARV) untuk pencegahan berkembangnya virus Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sampai saat ini masih diampu dari Kementerian Kesehatan dikarenakan upaya tersebut merupakan program pemerintah pusat.
Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi permasalahan global sampai saat ini yang penderitanya semakin bertambah.
Penolakan keluarga adalah jalan buntu penanganan pasien HIV/AIDS. Peran keluarga sangat penting dan bisa menjadi “obat” bagi para pasien. Membuka pintu penerimaan dalam lingkup keluarga berarti memulai langkah pertama memutus stigma dan diskriminasi terhadap pasien HIV/AIDIS. Hal itu yang menjadi pegangan Komunitas Rumah Kebaya.
Stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi bagian penting dari program pencegahan dan penanggulangan. Penyetopan rantai stigma dan diskriminasi bisa dimulai dari lingkup kecil yaitu keluarga dan teman-teman terdekat . Kampanyenya banyak dilakukan oleh komunitas.
Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) di Kabupaten Magelang dimeriahkan oleh ratusan orang dari berbagai kalangan mulai pelajar hingga ibu-ibu. Beragam acara digelar secara meriah di Balkondes Tuk Songo Borobudur, Minggu (1/12/2019).
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto merespons temuanBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai persediaan obat-obatan antiretroviral (ARV) yang kedaluwarsa.
Berdasarkan temuan hasil VCT (voluntary Counseling and Testing) di RSUD dr Iskak maupun Puskesmas Campurdarat serta kegiatan pemeriksaan (screening) keliling yang dilakukan petugas kesehatan, ditemukan bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terus bertambah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mendapati 21 pelajar positif tertular HIV saat melakukan pemeriksaan terhadap 175 pelajar pria yang pernah melakukan hubungan sesama jenis yang disebut sebagai lelaki seks dengan lelaki (LSL).
Obat ARV (anti retra virus) hingga kini masih menjadi satu-satunya obat yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia WHO untuk pengidap HIV/AIDS. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Papua dr. Alosius Giay.