Jateng Alami Inflasi 1,66 Persen pada Mei 2025, Kenaikan Harga Emas dan Minyak Goreng Jadi Pemicu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 1,66 persen pada Mei 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 1,66 persen pada Mei 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Mei 2025 DIY mengalami deflasi 0,15% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo memperkirakan inflasi Mei 2025 akan sedikit meningka
BPS mencatat inflasi di Gunungkidul, April 2025 secara month to month 1,79%. Perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga jadi penyumbang terbesar.
Komoditas tarif listrik kembali menyumbangkan inflasi usai pada dua bulan pertama tahun ini memberikan andil deflasi
Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) mendorong pemerintah daerah (pemda) agar aktif menanam komoditas pangan strategis seperti cabai merah, cabai rawit,
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Maret 2025 DIY mengalami inflasi sebesar 1,25% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 terpantau mengalami inflasi 1,65% secara bulanan atau month to month (MtM).
Sejumlah komoditas menjadi pemicu inflasi di Kota Magelang, sehingga Pemerintah Kota Magelang fokus pada pengendalian di sisi hulu dan hilir.
Harianjogja.com, JOGJA— Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY optimis inflasi DIY 2025 dapat terjaga pada kisaran target sasaran nasional 2,5 plus minus 1%.