Rasulan dan Hajatan Jadi Penyumbang Inflasi di Gunungkidul
BPS Gunungkidul mencatat inflasi pada Juni 2025 0,19%. Inflasi terjadi salah satunya didorong kegiatan hajatan maupun rasulan di Masyarakat.
BPS Gunungkidul mencatat inflasi pada Juni 2025 0,19%. Inflasi terjadi salah satunya didorong kegiatan hajatan maupun rasulan di Masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Jawa Tengah (Jateng) mencapai 2,20 persen secara tahunan (y-on-y) pada Juni 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Juni 2025 DIY mengalami inflasi 0,23% secara bulanan (month-to-month/mtm).
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap beras, cabai rawit, bawang merah, hingga tomat menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Juni 2025.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-DIY menggelar High Level Meeting (HLM) evaluasi inflasi semester I 2025 serta upaya
Penurunan harga cabai rawit, cabai merah dan bawang merah memicu deflasi DIY sebesar 0,15 persen secara bulanan (mtm) pada Mei 2025.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut deflasi DIY pada Mei 2025 sebesar 0,15% secara bulanan (month-to-month/mt
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyampaikan deflasi sebesar 0,15% pada Mei 2025 secara bulanan atau (month-to-month/mtm) utamanya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 1,66 persen pada Mei 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada Mei 2025 DIY mengalami deflasi 0,15% secara bulanan (month-to-month/mtm).