Data Pengguna Facebook Bocor, Bagaimana dengan WhatsApp dan Instagram?
Pemerintah diminta untuk mempertanyakan sejauh mana keamanan dan jaminan privasi platform lain yang berada dalam naungan Facebook,
Pemerintah diminta untuk mempertanyakan sejauh mana keamanan dan jaminan privasi platform lain yang berada dalam naungan Facebook,
CEO Facebook Mark Zuckerberg saat menghadap Kongres AS untuk memberikan kesaksian mengenai kebocoran data Facebook, menanggalkan pakaian khasnya yang terdiri dari kaus berwarna abu-abu dan celana jeans.
Polisi mengklaim belum ada data pengguna akun Facebook di Indonesia yang dicuri untuk kepentingan tertentu seperti yang terjadi di Amerika Serikat dalam skandal Cambridge Analytica.
Facebook kembali kebobolan. Data penggunanya bocor dan dipanen CubeYou, sebuah perusahaan analisis data mirip seperti modus yang dilakukan Cambridge Analytica. Facebook pun lantas menonaktifkan CubeYou dari platform, menyusul laporan jaringan media CNBC bahwa perusahaan analisis data berbasis di New York, AS, itu telah mengumpulkan informasi pengguna melalui kuis.
Pengguna Facebook di Indonesia baiknya mencermati notifikasi yang muncul pada akun masing-masing. Terhitung per 9 April 2018 media sosial terpopuler tersebut akan memberikan pemberitahuan pada pengguna yang datanya positif disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.
Facebook berusaha memulihkan nama baiknya dengan menambahkan fitur unsend agar pengguna merasa aman dengan data privasinya. Fitur terbaru itu memungkinan pengguna menarik kembali pesan atau unsend pesan pribadi mereka.
Analisis menilai boikot tak akan terlalu merugikan Facebook secara ekonomis. Bahkan, uang yang digelontorkan untuk beriklan di medsos terpopuler sejagat itu akan melampaui nilai iklan di semua televisi dua tahun lagi.
Sejumlah warganet dunia membangun gerakan Operation Faceblock, sebuah gerakan memboikot penggunaan aplikasi medsos Facebook selama 24 jam serentak pada Rabu (11/4/2018) mendatang. Gerakan ini dikampanyekan untuk menyikapi bocornya 87 juta data akun pengguna Facebook.
Mabes Polri akan menyeret seluruh pimpinan pemain layanan over the top (OTT) Facebook Indonesia terkait kebocoran data penggunanya setelah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Information (Kemkominfo).
Data yang dipakai Cambridge Analytica untuk menganalisis perilaku pemilih diperoleh secara ilegal dari Facebook.