Suara untuk Hemas Jauh Lebih Banyak Ketimbang Suara untuk Prabowo-Sandi
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mempertahankan kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) setelah berhasil memperoleh suara terbanyak.
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mempertahankan kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) setelah berhasil memperoleh suara terbanyak.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) meminta Jokowi-Ma'ruf hadir saat pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membongkar fakta kecurangan pemilu.
Ketua DPR RIBambang Soesatyo mengatakanterlalu prematur apabila Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengungkapkan adanya dugaan berbagai kecurangan Pemilu 2019 karena pengumuman hasil Pemilu belum dilakukan KPU.
KPU akan mengumumkan secara resmi siapa yang memenangkan Pemilu2019, baik pilpresmaupun pileg pada22 Mei mendatang.
Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana membawa saksi fakta yang merupakan pendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2014, Ferry Mursyidan Baldan, dalam pemeriksaannya sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Senin (13/5/2019).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono membenarkan pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap Eggi Sudjana, tersangka kasus makar. Eggi saat ini masih ditahan di Polda Metro Jaya.
Rapat Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika Kemenkominfo dengan Komisi I DPR RI di antaranya menyoroti kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019 ke Bawaslu.nCalon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengharapkan Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu RI segera merevisi dan mengoreksi segala temuan kecurangan selama pelaksanaan Pemilu 2019.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019 pada Bawaslu RI. Anggota BPN Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya akan memaparkan temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019 secara komprehensif, sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Belakangan muncul istilah people power yang beredar luas. Tersangka kasus dugaan makar akibat ujaran "people power", Eggi Sudjana, menyebut inspirasi kata-kata tersebut berasal dari 2014 saat kontestasi Pilpres dengan dua pasangan calon, yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.