Garuda Batalkan Order Max 8, Lion Tunda 4 Pemesanan
Dua maskapai Indonesia mengevaluasi pemesanan Boeing 737 Max 8 setelah pesawat jenis tersebut yang digunakan Ethiopian Airlines jatuh di Ethiopia, Minggu (10/3/3019).
Dua maskapai Indonesia mengevaluasi pemesanan Boeing 737 Max 8 setelah pesawat jenis tersebut yang digunakan Ethiopian Airlines jatuh di Ethiopia, Minggu (10/3/3019).
Badan penerbangan Amerika Serikat (AS) atau Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan pesawat jet 737 Max produksi Boeing Co. laik terbang. FAA juga menegaskan penyebab kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air tidak bisa disamakan selama bukti-bukti yang mendukungnya belum ada.
Lion Air Group memakai pesawat Airbus 330 sebagai pengganti Boeing 737 Max 8 yang dilarang terbang sementara oleh pemerintah
Pesawat R80 rancangan Presiden ke-3 RI BJ Habibie sudah dipesan sebanyak 155 unit meski masih dalam tahap pengembangan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI).
Kementerian Perhubungan mengapresiasi langkah dua maskapai Indonesia yang menghentikan sementara penggunaan pesawat Boeing 738 Max 8.
Federal Aviation Administration (FAA) memerintahkan Boeing memodifikasi pesawat tipe 737 Max 8 setelah jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.
Saham Boeing Co turun 11%, pada awal perdagangan pada hari Senin setelah China, Indonesia dan Ethiopia memerintahkan maskapai untuk menyetop operasi pesawat Boeing 737 MAX 8.
Lion Air Group akan menghentikan sementara pengoperasian (temporary grounded) 10 pesawat Boeing 737 Max 8 sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
Jatuhnya Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan Ethiopian Airlines memaksa beberapa negara mengandangkan sementara pesawat jenis itu.
Garuda Indonesia mengandangkan satu unit Boeing 737 Max 8 mulai Senin (11/3/2019) sore sampai pemberitahuan lebih lanjut. Maskapai pelat merah itu hanya memiliki satu Boeing 737 Max 8.