Gempa M 5,2 Pagi Tadi di Sabu Raijua NTT Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Sabu Raijua dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Sabu Raijua dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Gempa magnitudo 5,4 kembali mengguncang wilayah Banten.
BMKG menyebut ada ancaman sesungguhnya di Selat Sunda, bukan gempa Banten.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 33 kali aktivitas gempa susulan pascagempa Banten magnitudo 6,6 pada Jumat (14/1/2022). 33 gempa susulan tersebut terjadi hingga Sabtu (15/1/2022) pukul 12.00 WIB.
Kerusakan bangunan karena gempa berkaitan dengan kesalahan desain yang memengaruhi kerja sistem struktural, meliputi kekuatan, kekakuan, dan fleksibilitas.
Dalam catatan BMKG, wilayah Banten sudah beberapa kali diguncang gempa dan tsunami bahkan ada yang sampai tingginya hingga 30 meter.
Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Banten, Jumat (14/1/2022) sore dan menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan, penyebabnya dipicupenujaman lempeng. Adapun penunjaman adalahproses bergeraknya suatu lempeng tektonik ke bawah lempeng lain.
Beberapa rumah warga di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang, mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 6,7 di Banten pada Jumat (14/1/2022).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi di Banten pada Jumat (14/1/2022), pukul 16.05.41 WIB dengan magnitudo 6,7 berpotensi menimbulkan kerusakan karena guncangan yang kuat.
BMKG menyatakan gempa magnitudo 6,7 di Banten terjadi di kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.